27 June 2026

Get In Touch

Dies Natalis ke-13, Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

Peluncuran Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan (SMKB) sekaligus membuka Program Magister Manajemen (MM) dengan fokus Manajemen Berkelanjutan.
Peluncuran Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan (SMKB) sekaligus membuka Program Magister Manajemen (MM) dengan fokus Manajemen Berkelanjutan.

SURABAYA (Lentera) -Memasuki usia ke-13, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meluncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan (SMKB) sekaligus membuka Program Magister Manajemen (MM) dengan fokus Manajemen Berkelanjutan, Jumat (26/6/2026). 

Kegiatan ini dihadiri Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), Prof. Mohammad Nuh, DEA, jajaran pimpinan universitas, akademisi, mitra industri, serta pakar internasional, di antaranya Prof. Amrit Thapa dari University of Pennsylvania (UPenn), Amerika Serikat.

Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, mengatakan kehadiran SMKB dan Program Magister Manajemen merupakan bagian dari transformasi akademik kampus untuk menjawab kompleksitas persoalan global, mulai perubahan iklim, krisis lingkungan, ketimpangan sosial, hingga tantangan baru di sektor kesehatan.

“Peradaban dunia sedang menghadapi perubahan iklim, krisis lingkungan, ketimpangan sosial, hingga tantangan baru di sektor kesehatan. Karena itu, ukuran keberhasilan sebuah organisasi tidak lagi hanya ditentukan oleh keuntungan finansial, tetapi juga oleh kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, konsep keberlanjutan sejatinya telah lama menjadi bagian dari ajaran Islam melalui prinsip Khalifah fil Ardh, yakni amanah manusia untuk menjaga keseimbangan alam dan memakmurkan bumi.

“Di Unusa, keberlanjutan bukan sekadar mengadopsi konsep global, tetapi merupakan penerjemahan nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum sains modern. SMKB menjadi bentuk ijtihad akademik untuk melahirkan pemimpin yang mampu menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

Program Magister Manajemen Unusa dikembangkan dengan karakteristik yang berbeda dibandingkan program MM konvensional. Kurikulumnya dibangun di atas dua pilar utama, yakni penguasaan manajemen modern secara komprehensif yang meliputi manajemen pemasaran, keuangan, operasi dan rantai pasok, serta pengembangan sumber daya manusia.

Selain itu, program ini juga memperkuat kemampuan analisis data dan pengambilan keputusan berbasis bukti (data-driven decision making) yang dipadukan dengan kerangka kerja global seperti Environmental, Social and Governance (ESG) dan Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Lulusan MM Unusa akan mampu merancang strategi bisnis yang bukan hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memenuhi prinsip tata kelola yang baik, berorientasi lingkungan, dan memberikan dampak sosial yang nyata,” jelas Prof. Tri.

Ia menambahkan, lahirnya SMKB menjadi langkah strategis yang mengintegrasikan kekuatan Unusa di bidang kesehatan dengan ilmu manajemen. Langkah tersebut dinilai semakin relevan setelah capaian Unusa dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2025 yang menempatkan Unusa di peringkat ke-86 dunia dan peringkat ketiga nasional untuk SDG 3 atau Good Health and Well-being.

“Capaian tersebut menjadi modal kuat bagi Unusa untuk mengembangkan kepemimpinan dan tata kelola sektor kesehatan yang berorientasi pada keberlanjutan. Kami ingin melahirkan manajer rumah sakit, pemimpin industri kesehatan, dan birokrat yang mampu mengelola sumber daya secara efektif demi kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan SMKB, Dr. Handayani, dr., M.Kes., menjelaskan peluncuran sekolah baru ini diikuti sejumlah kegiatan akademik berskala nasional dan internasional sebagai upaya menjamin mutu lulusan.

Salah satunya adalah Lokakarya Kurikulum Magister Manajemen yang menghadirkan Prof. Werner R. Murhadi dari Asosiasi Magister Manajemen Indonesia (AMMI). Lokakarya tersebut merumuskan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri global, transformasi digital, ekonomi sirkular, serta prinsip keberlanjutan.

Selain itu, Seminar Internasional menghadirkan Prof. Amrit Thapa dari University of Pennsylvania yang membahas arah baru pendidikan manajemen global serta Dr. Wardah Alkatiri yang mengulas implementasi keberlanjutan dalam tata kelola organisasi dan kesehatan masyarakat.

“Melalui SMKB kami ingin membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan pemimpin masa depan dengan perspektif global, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan,” tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.