26 June 2026

Get In Touch

Mas Ipin Klaim Pembangunan Berjalan Baik Meski Kemampuan Fiskal Trenggalek Masuk 3 Terendah

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menjelaskan kemampuan fiskal Trenggalek masih berada di jajaran tiga terbawah di Jawa Timur. Namun, menurutnya, keterbatasan anggaran tidak menghambat peningkatan kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menjelaskan kemampuan fiskal Trenggalek masih berada di jajaran tiga terbawah di Jawa Timur. Namun, menurutnya, keterbatasan anggaran tidak menghambat peningkatan kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

TRENGGALEK (Lentera) - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengklaim berbagai indikator pembangunan daerah berjalan dengan baik, meskipun kemampuan fiskal Kabupaten Trenggalek selama 5 tahun terakhir masuk tiga terendah di Jawa Timur.

"Selama lima tahun terakhir kita menjadi kabupaten dengan kemampuan fiskal tiga terendah di Jawa Timur. Bergantian dengan daerah lain seperti Pacitan. Artinya, kapasitas anggaran kita memang termasuk yang paling rendah jika dibandingkan dengan kebutuhan belanja daerah," ujar Bupati yang akrab dengan sapaan Mas Ipin tersebut, saat memberikan pembekalan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kamis (25/6/2026).

Dijelaskannya, Trenggalek tidak masuk dalam tiga daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah, maupun kasus stunting terbanyak. Kondisi tersebut, menurut Mas Ipin menjadi bukti keterbatasan anggaran tidak menghalangi semangat membangun daerah.

Mas Ipin mengatakan, rendahnya kemampuan fiskal menunjukkan kecilnya kapasitas keuangan daerah jika dibandingkan dengan kebutuhan belanja rutin, belanja operasi, maupun belanja modal. Selama beberapa tahun terakhir, Trenggalek bahkan bergantian dengan daerah lain berada di posisi tiga terbawah di Jawa Timur.

Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak berdampak langsung terhadap kualitas pembangunan masyarakat. Menurutnya, jika ukuran kemampuan fiskal dijadikan acuan, seharusnya Trenggalek juga masuk dalam kategori daerah dengan tingkat kemiskinan maupun kualitas sumber daya manusia terburuk, namun faktanya tidak demikian.

"Kita memang hanya tiga terbawah dari sisi APBD, tetapi bukan tiga kabupaten dengan kemiskinan tertinggi, bukan pula daerah dengan IPM terburuk maupun angka stunting tertinggi di Jawa Timur," katanya.

Mas Ipin menilai capaian tersebut lahir dari kerja keras pemerintah daerah bersama masyarakat yang terus berupaya menghadirkan pembangunan meski dengan keterbatasan anggaran. Ia mengibaratkan kondisi itu seperti membangun rumah ibadah tanpa memiliki dana yang cukup, sehingga membutuhkan usaha ekstra untuk mewujudkannya.

"Kalau punya anggaran tentu semuanya lebih mudah. Tapi saat anggarannya terbatas, kita harus bekerja lebih keras, mencari dukungan, dan sebagainya. Itulah yang kami lakukan untuk membangun Trenggalek," jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen menjaga keuangan daerah, Mas Ipin mengaku memilih menunda berbagai kebutuhan yang bersifat fasilitas, seperti rehabilitasi Pendopo Kabupaten maupun pengadaan kendaraan dinas baru. Menurutnya, setiap rupiah APBD harus diprioritaskan untuk program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Mencari anggaran tidak mudah, melaksanakan program juga tidak mudah, begitu pula menjaga tata kelolanya. Karena itu setiap rupiah harus dimanfaatkan sebaik-baiknya demi Trenggalek yang lebih baik," pungkasnya.

Reporter: Herlambang/Editor: Santi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.