20 June 2026

Get In Touch

Berbau Minyak Tanah, Bulog Tarik Ribuan Kemasan Bantuan Pangan Minyakita

Pengecekan paket bantuan pangan minyak goreng Minyakita yang berbau minyak tanah di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Kamis (18/6/2026) -Dok. Polres Wonogiri
Pengecekan paket bantuan pangan minyak goreng Minyakita yang berbau minyak tanah di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Kamis (18/6/2026) -Dok. Polres Wonogiri

SURABAYA (Lentera) -Sejumlah warga di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah mengeluhkan kualitas minyak goreng merek Minyakita dalam paket program bantuan pangan (PBP).

Minyak goreng tersebut diketahui berbau seperti minyak tanah.

Selain bau yang tak lazim, warga juga mengeluhkan warna minyak goreng yang cenderung lebih pekat.

Diketahui minyak goreng tersebut diproduksi oleh PT Kusuma Mukti Remaja Karanganyar.

Lurah Gesing, Jamari membenarkan terkait keluhan yang dirasakan oleh warganya yang merupakan penerima bantuan tersebut.

Dikatakannya, paket bantuan berisi Minyakita tersebut telah didistribusikan kepada 1.203 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Senin (8/6/2026).

Keluhan warga bermunculan sejak beberapa hari terakhir.

“Iya benar memang dari warga kami, sekitar enam orang yang menyampaikan keluhan lewat WA (WhatsApp) ke kami sekitar tiga harian yang lalu,” ujar Jamari saat dihubungi, Jumat (19/6/2026).

Minyakita berbau minyak tanah hingga solar

Jamari menjelaskan, hasil masakan yang diolah menggunakan bantuan minyak goreng Minyakita memiliki rasa dan aroma yang aneh menyerupai bau minyak tanah hingga solar.

“Intinya minyak itu sebenarnya sebelum dibuka itu tidak ada baunya, sebelum dibuka ya. Tapi setelah dibuka, terus dimasak, itu hasil masakannya itu agak aneh itu rasanya. Jadi kayak-kayak ada minyak tanah atau minyak solar itu lho rasanya itu,” jelasnya.

Selain itu warga juga mengeluhkan tentang warna yang cenderung tidak bening jika dibandingkan minyak goreng Minyakita yang beredar di pasaran.

“Ya memang leres (betul). Jadi tidak terlalu bening gitu. Tidak terlalu bening. Kalau yang saat ini di didistribusikan sebagai penggantinya itu memang bening,” kata dia.

Ia mengatakan, beberapa warga terlanjur mengonsumsi masakan yang diolah menggunakan minyak tersebut, namun jumlahnya tidak banyak.

“Mungkin yang ngonsumsi itu ada tapi belum banyak. Karena ya itu tadi, ada info terus mungkin terus hati-hati dari masyarakat itu. Jadi tidak ada yang mengonsumsi, tidak ada yang memanfaatkan untuk menggoreng, memasak (lagi),” jelasnya, megutip Kompas.

Jamari menyebutkan minyak goreng yang berbau minyak tanah tersebut telah ditarik dari masyarakat dan telah dilakukan pengecekan oleh Bulog pada Kamis (18/6/2026).

“Kemarin kan kita mendapatkan tamu dari Bulog, dari pihak penyedia juga, dari kabupaten dinas itu, terus dari Forkopimcam Kismantoro. Intinya dari penyedia sanggup untuk mengganti semua. Dari 1.203 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang ada di kelurahan ini akan diganti semua,” terangnya.

Produk minyakita sudah diganti

Pendistribusian minyak goreng pengganti mulai dilakukan pada Jumat (19/6/2026), dan berlaku untuk semua penerima.

Sementara untuk bantuan minyak goreng yang berbau minyak tanah dimasukkan ke dalam boks untuk dikembalikan ke pihak penyedia.

“Alhamdulillah, tadi pagi sudah datang di kelurahan penggantinya. Dan saat ini masih proses penyaluran kepada warga masyarakat kami. Hampir selesai, jadi semua yang diterima oleh masyarakat dikembalikan lagi ke penyedia ke pabriknya, dan diganti yang baru,” terangnya.

Baca juga: Kepala SMK di Brebes Jadi Otak Pengoplosan Gas Elpiji di Gudang Sekolah, Ini Tanggapan Pertamina Sementara itu, Camat Kismantoro Sularto membenarkan bahwa minyak goreng yang berbau minyak tanah telah ditarik dari para KPM.

“Betul semua hari ini sudah diganti. Semua sudah ditarik kembali. Terus hari ini sudah dropping ke titik-titik balai desa. Sebagian sudah disalurkan hari ini ke KPM, sesuai jadwalnya desa masing-masing,” ujar Sularto, Jumat (19/6/2026).

Pendistribusian ulang pengganti minyak goreng dilakukan pada Jumat (19/6/2026) dan diperkirakan akan berlangsung hingga Sabtu (20/6/2026).

“Malam barang sudah terkirim sampai di kecamatan. Pagi tadi langsung menuju desa masing-masing. Hari ini sebagian desa juga sudah menyalurkan kepada KPM-nya. Mungkin sebagian ya besok, mergo (karena) akeh (banyak) KPM-e,” terangnya.

Respons Bulog soal produk Minyakita

Ia mengatakan, minyak goreng Minyakita tersebut sebelumnya diberikan satu paket dengan bantuan beras.

“Satu paket dengan beras yang itu CPP (cadangan pangan pemerintah) itu kok. Dari pabrik Karanganyar itu langsung dari Bulog,” pungkasnya.

Terpisah, Bulog Kantor Cabang Surakarta telah menarik ribuan bantuan komoditas minyak goreng Minyakita yang sudah disalurkan ke penerima.

Minyak telah diganti

Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto memastikan telah mengganti minyak goreng baru yang sesuai standar mutu. Ia mengatakan bahwa hal ini tidak akan mengganggu proses penyaluran PBP secara keseluruhan.

“Begitu menerima aduan dari Penerima Bantuan Pangan, kami langsung menurunkan tim ke lokasi hari itu juga untuk melakukan pengecekan secara langsung. Kami pastikan seluruh minyak goreng yang sudah tersalur di desa tersebut langsung ditarik dan  kami ganti dengan minyak goreng yang bermutu prima saat itu juga,” ujar Nanang melalui keterangan tertulis yang diterima, Jumat (19/6/2026)*

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.