19 June 2026

Get In Touch

Unair Duduki Posisi 276 Dunia pada QS WUR 2027, Sekaligus terbaik ketiga di Indonesia

Rektor Unair Prof Dr Muhammad Madyan saat mengumumkan peringkat Unair dalam Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) 2027.
Rektor Unair Prof Dr Muhammad Madyan saat mengumumkan peringkat Unair dalam Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) 2027.

SURABAYA (Lentera)– Universitas Airlangga (Unair) kembali memperkuat posisinya di kancah pendidikan tinggi dunia, setelah menempati peringkat ke-276 dalam Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) 2027.

Dengan capaian tersebut, menempatkan Unair sebagai perguruan tinggi terbaik ketiga di Indonesia.

Rektor Unair, Prof Dr Muhammad Madyan mengatakan peningkatan peringkat tersebut merupakan hasil dari proses pengembangan institusi yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penguatan kualitas pendidikan, perluasan jejaring internasional, hingga peningkatan produktivitas riset.

“Ini bukan sekadar angka atau posisi dalam sebuah pemeringkatan. Ini adalah hasil dari perjalanan panjang, kerja keras, komitmen, dan kolaborasi seluruh civitas academica UNAIR dalam membangun institusi yang semakin unggul dan berdaya saing global,” ujar Madyan dalam konferensi pers di Kantor Manajemen Kampus MERR-C, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, kenaikan posisi Unair dalam pemeringkatan internasional menunjukkan bahwa transformasi yang dilakukan kampus tidak bersifat sesaat, tetapi berlangsung secara konsisten dalam berbagai aspek.

Salah satu indikator yang mengalami peningkatan signifikan adalah International Research Network (IRN) atau jejaring riset internasional. Pada QS WUR 2027, Unair berhasil menempati peringkat pertama di Indonesia untuk indikator tersebut, naik dari posisi kedua pada tahun sebelumnya.

Capaian itu dinilai, mencerminkan semakin luasnya kolaborasi penelitian yang dilakukan sivitas akademika Unair dengan mitra luar negeri, baik melalui publikasi bersama, penelitian lintas negara, program pembimbingan bersama, maupun pertukaran akademisi.

“Berbagai kerja sama penelitian lintas negara, publikasi bersama, joint supervision, visiting professor, hingga berbagai bentuk kemitraan akademik global telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap penguatan posisi Unair di tingkat internasional,” katanya.

Selain jejaring riset, indikator International Faculty (IF) atau keberadaan tenaga pengajar asing juga menunjukkan perkembangan positif. Secara nasional, posisi Unair pada indikator tersebut naik dari peringkat keempat menjadi peringkat ketiga di Indonesia.

Menurut Prof. Madyan, kehadiran dosen dan peneliti dari berbagai negara tidak hanya memperluas jejaring internasional kampus, tetapi juga memperkaya suasana akademik dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta riset.

Peningkatan juga terjadi pada indikator Faculty Student Ratio (FSR), yang mengukur rasio dosen dan mahasiswa. Pada aspek ini, Unair tetap berada di posisi kedua terbaik di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan upaya kampus dalam menjaga kualitas interaksi akademik melalui penguatan kapasitas tenaga pengajar.

Sementara itu, indikator Academic Reputation turut mengalami kenaikan skor dan peringkat dunia. Peningkatan reputasi akademik tersebut dinilai sebagai bentuk pengakuan komunitas akademik internasional terhadap kontribusi dosen, peneliti, mahasiswa, alumni, serta jejaring kemitraan yang dimiliki Unair.

Meski demikian, Prof. Madyan menegaskan, bahwa capaian dalam pemeringkatan internasional bukan menjadi tujuan akhir. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana perguruan tinggi mampu menghasilkan pendidikan berkualitas, riset yang berdampak, inovasi, serta lulusan yang dapat berkontribusi bagi masyarakat.

Ke depan, pihaknya akan terus memperkuat strategi internasionalisasi kampus, memperluas kolaborasi riset global, meningkatkan mutu pendidikan, serta membangun tata kelola institusi yang lebih adaptif dan berbasis data.

“Pencapaian ini kami jadikan momentum untuk terus berbenah, bekerja sama, dan berinovasi agar Unair dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi Indonesia maupun dunia,” pungkasnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.