SURABAYA (Lentera) - Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 tahap kedua resmi dibuka pada 17-18 Juni 2026. Pada tahap ini, calon murid yang mendaftar melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, maupun mutasi diminta memastikan seluruh dokumen pendukung telah diunggah agar proses seleksi dapat berjalan optimal.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan SPMB tahun ini cukup tinggi. Indikasinya terlihat dari tingginya jumlah pendaftar pada tahap pertama melalui jalur domisili yang telah mengisi sekitar setengah dari total kuota yang tersedia.
"Dalam satu tahun ini kesadaran masyarakat terkait SPMB juga cukup tinggi. Jalur tahap satu kemarin sudah mencapai sekitar 50 persen dari total kuota yang tersedia," kata Aries, Rabu (17/6/2026).
Memasuki tahap kedua, Aries mengingatkan seluruh calon murid untuk melengkapi dan mengunggah seluruh dokumen yang menjadi persyaratan sesuai jalur pendaftaran yang dipilih. Menurutnya, kelengkapan data akan sangat menentukan proses verifikasi dan penilaian oleh sistem.
"Kami berharap masyarakat menyadari pentingnya mengunggah seluruh data yang dimiliki calon murid agar bisa terkoneksi dengan sistem dengan baik. Dari situlah sistem akan melakukan proses seleksi sesuai jalur yang dipilih," ujarnya.
Khusus pada jalur prestasi hasil lomba, Aries meminta calon murid mengunggah seluruh capaian akademik maupun nonakademik yang dimiliki. Seluruh dokumen tersebut nantinya akan dinilai secara otomatis melalui sistem pemeringkatan yang telah disiapkan.
"Pada jalur prestasi nonakademik, kami berharap seluruh prestasi calon murid bisa diunggah. Nanti sistem yang akan melakukan pemeringkatan secara objektif berdasarkan data yang masuk," jelasnya.
Di sisi lain, Dindik Jatim juga terus menjalin koordinasi dengan sekolah swasta untuk memastikan seluruh lulusan SMP sederajat tetap memperoleh akses pendidikan, termasuk bagi mereka yang belum tertampung di sekolah negeri.
Menurut Aries, sejumlah sekolah swasta di Jawa Timur telah menyiapkan berbagai program bantuan pendidikan berupa beasiswa penuh maupun potongan biaya sekolah bagi calon murid baru.
"Kami mendapatkan banyak inisiasi dari sekolah swasta yang memberikan beasiswa, baik beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan. Program ini sudah disiapkan oleh sekolah-sekolah swasta," katanya.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak khawatir apabila belum berhasil diterima di sekolah negeri. Sekolah swasta, lanjutnya, tetap menjadi pilihan pendidikan yang berkualitas dengan dukungan berbagai skema bantuan biaya yang telah disiapkan.
"Masyarakat tidak perlu ragu. Kalau tidak diterima di sekolah negeri, sekolah swasta siap menerima mereka dengan adanya beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan yang telah disiapkan," pungkas Aries.
Diketahui, SPMB Jatim 2026 tahap kedua berlangsung pada 17-18 Juni 2026 dengan kuota penerimaan melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi untuk jenjang SMA maupun SMK negeri di seluruh Jawa Timur.
Reporter: Amanah





.jpg)
