SURABAYA ( LENTERA ) - Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga memunculkan tren fesyen yang mencuri perhatian. Pada laga pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Meksiko, 11 Juni 2026, banyak penonton dibuat penasaran oleh satu pemandangan yang begitu mencolok, dominasi sepatu sepak bola berwarna merah muda atau pink yang dikenakan para pemain.
Di atas hamparan rumput hijau Stadion Azteca, warna pink terlihat sangat menonjol. Pemandangan ini terasa kontras dan berbeda dibandingkan era-era sebelumnya ketika sepatu sepak bola identik dengan warna hitam.
Selama puluhan tahun, warna hitam menjadi standar utama dalam dunia sepatu sepak bola. Namun dalam sekitar dua dekade terakhir, industri perlengkapan olahraga mengalami perubahan besar. Produsen raksasa seperti Nike, Adidas, dan Puma mulai berlomba menghadirkan warna-warna mencolok yang bukan hanya berfungsi sebagai perlengkapan olahraga, tetapi juga bagian dari identitas dan pemasaran atlet.
Menurut laporan TBS News, dominasi warna pink dalam skala besar baru benar-benar terlihat pada Piala Dunia 2026. Fenomena tersebut bukanlah kebetulan semata, melainkan bagian dari arah tren global yang telah diprediksi jauh sebelumnya.
BBC melaporkan bahwa lembaga peramal tren konsumen global WGSN telah memproyeksikan warna electric fuchsia sebagai salah satu warna paling berpengaruh sepanjang musim panas 2026.
WGSN mendeskripsikan electric fuchsia sebagai perpaduan warna merah muda terang dengan sentuhan ungu yang menghasilkan kesan energik, futuristis, dan optimistis.
Belum ada konfirmasi resmi mengenai sejauh mana prediksi WGSN memengaruhi desain sepatu sepak bola. Namun faktanya, tiga produsen perlengkapan olahraga terbesar dunia seperti Nike, Adidas, dan Puma, sama-sama meluncurkan koleksi sepatu berwarna pink terang untuk para pemain yang tampil di Piala Dunia 2026.
Kesamaan pilihan warna dari tiga merek besar tersebut menunjukkan bahwa pink memang sedang menjadi warna yang dianggap memiliki daya tarik kuat secara komersial maupun visual.
Sepak Bola dan Industri Mode Menyatu
Hubungan antara sepak bola dan dunia fesyen semakin erat dalam beberapa tahun terakhir. Tidak sedikit pemain yang kini diposisikan sebagai ikon gaya sekaligus atlet profesional.
Dalam proses pengembangan produk, produsen sepatu olahraga disebut rutin berkonsultasi dengan lembaga seperti WGSN guna membaca arah tren warna, desain, dan preferensi konsumen global.
Pilihan warna pink tidak hanya mengikuti tren mode. Warna tersebut juga memiliki keuntungan praktis yang sangat penting dalam era siaran digital.
Salah satu alasan utama warna pink menjadi favorit adalah kemampuannya menciptakan kontras yang sangat kuat dengan rumput hijau lapangan.
Kontras ini membuat pergerakan kaki pemain lebih mudah ditangkap kamera televisi. Penonton dapat lebih cepat mengenali pemain ketika menguasai bola, melakukan umpan, atau melepaskan tembakan.
Efek tersebut semakin penting di era media sosial ketika potongan video berdurasi singkat, tayangan slow motion, hingga konten TikTok dan Instagram menjadi bagian utama konsumsi pertandingan.
Bagi produsen sepatu, semakin mudah sebuah produk dikenali dalam tayangan televisi, semakin besar pula nilai pemasaran yang diperoleh.
Sebenarnya tren pink bukan hal yang benar-benar baru di sepak bola elite.
Media olahraga internasional seperti The Athletic dan ESPN beberapa tahun terakhir mencatat meningkatnya penggunaan warna-warna neon dan cerah dalam sepatu sepak bola profesional. Selain pink, warna volt, kuning neon, oranye terang, hingga ungu elektrik juga semakin banyak digunakan.
Pada Euro 2024 dan Copa America 2024 misalnya, sejumlah pemain top dunia sudah terlihat mengenakan sepatu berwarna pink atau fuchsia. Namun pada Piala Dunia 2026, tren tersebut mencapai puncaknya karena digunakan secara masif oleh pemain dari berbagai negara.
Perubahan budaya juga ikut berperan dalam popularitas warna pink.
Laporan BBC dan The Guardian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa industri fesyen global semakin meninggalkan stereotip lama yang mengaitkan warna tertentu dengan gender tertentu.
Pink kini dipandang sebagai warna yang merepresentasikan keberanian, kreativitas, dan ekspresi diri. Karena itu, penggunaannya di dunia olahraga pria tidak lagi dianggap tidak lazim.
Bahkan sejumlah atlet papan atas dari berbagai cabang olahraga mulai menjadikan warna pink sebagai bagian dari identitas personal mereka.
Pengamat pemasaran olahraga menilai warna mencolok memberikan keuntungan besar bagi merek.
Menurut analisis Forbes dan Sports Business Journal, perlengkapan olahraga dengan warna yang mudah dikenali memiliki peluang lebih tinggi menjadi viral di media sosial dan menghasilkan penjualan yang lebih besar.
Ketika seorang pemain bintang mencetak gol spektakuler menggunakan sepatu berwarna pink, perhatian publik tidak hanya tertuju pada aksinya, tetapi juga pada produk yang dikenakannya.
Dalam industri olahraga modern, nilai eksposur semacam itu bisa bernilai jutaan dolar.
Melihat dominasi pink di Piala Dunia 2026, banyak pengamat memperkirakan warna tersebut masih akan bertahan dalam beberapa musim mendatang.
Selain memenuhi kebutuhan estetika dan tren fesyen, warna pink terbukti efektif dari sisi visibilitas, pemasaran, dan identitas merek. Faktor-faktor inilah yang membuat warna tersebut menjadi pilihan ideal bagi produsen perlengkapan olahraga global.(ist/dya)




.jpg)
