11 June 2026

Get In Touch

Posko SPMB Kota Malang Diserbu Wali Murid, Banyak Bingung Soal Domisili

Orangtua dan siswa ramai-ramai mendatangi Posko SPMB di Kantor Disdikbud Kota Malang, Senin (8/6/2026). (Santi/Lentera)
Orangtua dan siswa ramai-ramai mendatangi Posko SPMB di Kantor Disdikbud Kota Malang, Senin (8/6/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Posko Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang diserbu wali murid pada hari pertama pelaksanaan pendaftaran tahun ajaran 2026/2027, Senin (8/6/2026).

Sejak pagi, orang tua calon peserta didik terus berdatangan untuk meminta pendampingan dan klarifikasi terkait proses pendaftaran, dengan persoalan jalur domisili menjadi keluhan yang paling banyak ditanyakan.

"Saya tadi sudah mencoba ke SMP negeri tujuan anak saya, kemudian disarankan ke Posko Pengaduan SPMB Disdikbud ini," ujar salah satu orangtua siswa saat ditemui di posko, Nur Susilawati. 

Nur menjelaskan, pihaknya berencana mendaftarkan anaknya melalui jalur domisili karena berdomisili di wilayah Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Namun, anaknya merupakan lulusan sekolah dasar di Kabupaten Malang sehingga memerlukan penyesuaian data terlebih dahulu dalam sistem.

Ia mengaku telah datang ke posko sejak pukul 10.00 WIB dengan membawa berbagai dokumen pendukung, mulai dari Kartu Keluarga (KK), nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), rapor hingga Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Sementara itu, wali murid lainnya, Nur Hidayah, mengaku datang ke posko untuk menyelesaikan persoalan perbedaan alamat yang tercantum dalam data Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) anaknya.

Menurutnya, alamat yang tercatat pada data NISN masih menggunakan alamat lama, sedangkan pendaftaran melalui jalur domisili memerlukan alamat terbaru yang sesuai dengan Kartu Keluarga.

"Saya ke sini mengadu soal permasalahan alamat. Untuk NISN anak saya masih terdaftar di alamat yang lama, sedangkan untuk jalur domisili menggunakan alamat terbaru yang paling dekat dengan sekolah tujuan," ujarnya.

Hidayah mengatakan, persoalan tersebut akhirnya dapat diselesaikan setelah mendapat pendampingan dari petugas posko. Setelah proses pembaruan data selesai, anaknya berhasil mendaftar ke SMP Negeri 1 Kota Malang menggunakan alamat terbaru di wilayah Kecamatan Klojen.

Menanggapi banyaknya masyarakat yang datang ke Posko SPMB Disdikbud Kota Malang, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang, Muflikh Adhim, menegaskan sebenarnya seluruh sekolah negeri di Kota Malang telah memiliki posko layanan yang dapat membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan pendaftaran.

Menurutnya, operator di setiap sekolah telah mendapatkan pelatihan dan sosialisasi sehingga mampu menangani keluhan masyarakat tanpa harus mengarahkan mereka ke kantor dinas.

Adhim juga memastikan calon peserta didik yang memiliki domisili di Kota Malang meskipun bersekolah di SD wilayah Kabupaten Malang, tetap memiliki kesempatan mendaftar ke SMP negeri di Kota Malang.

"Bisa. Selama salah satunya berada di Kota Malang baik domisili ataupun sekolah asal, itu bisa mendaftarkan di Kota Malang," katanya.

Menurut Adhim, peserta didik tersebut dapat memanfaatkan berbagai jalur yang tersedia, mulai dari jalur domisili, afirmasi, hingga prestasi akademik maupun non-akademik apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Namun, ia menegaskan ketentuan berbeda berlaku bagi calon peserta didik yang berdomisili di wilayah Kabupaten Malang dan hanya bersekolah di daerah perbatasan dengan Kota Malang. Dalam kondisi tersebut, sistem tidak memungkinkan mereka mendaftar melalui jalur yang mensyaratkan keterkaitan dengan wilayah Kota Malang.

Lebih lanjut, Muflikh menekankan seluruh proses pendaftaran SPMB dilakukan secara daring sehingga masyarakat sebenarnya tidak diwajibkan datang ke sekolah maupun ke kantor Disdikbud.

"Kami akan meminta kepala sekolah untuk memberikan pemahaman kepada operator-operatornya agar persoalan masyarakat bisa ditangani di sekolah saja. Sebab sebelumnya kami juga sudah melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada operator di setiap posko sekolah," pungkasnya.

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.