01 June 2026

Get In Touch

Dishub Kota Malang Matangkan Re-routing Angkot, Siap Jangkau Kawasan Permukiman

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. (Santi/Lentera)
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mematangkan rencana re-routing atau penataan ulang trayek angkutan kota (angkot). Melalui skema trayek baru yang tengah dikaji, angkot di Kota Malang ditargetkan mampu menjangkau kawasan permukiman yang selama ini belum terlayani.

"Kami sudah siapkan kajiannya bersama teman-teman angkutan kota. Sudah ada rencana rute-rutenya yang baru. Tinggal lebih dimatangkan lagi nanti dan setelah itu disahkan," ujar Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, konsep penataan trayek baru ini diarahkan untuk memperluas akses layanan transportasi publik hingga ke kawasan lingkungan permukiman yang selama ini belum terjangkau angkot. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu berjalan terlalu jauh untuk mendapatkan akses transportasi umum.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam kajian tersebut adalah kawasan Sawojajar. Selama ini, layanan angkutan kota lebih banyak melintasi koridor jalan utama seperti Jalan Danau Toba, sementara sejumlah kawasan permukiman di bagian dalam belum mendapatkan layanan yang memadai.

"Kami upayakan untuk bisa menjangkau yang ada di dalam jalan lingkungan. Misalnya di daerah Sawojajar. Yang selama ini di Sawojajar itu Jalan Danau Toba saja, tetapi di dalam Jalan Danau Tempe, Sentani, itu belum ada," jelas pria yang akrab dengan sapaan Jaya ini.

Selain Sawojajar, kawasan Cemorokandang juga masuk dalam perhatian Dishub Kota Malang. Seiring berkembangnya wilayah tersebut, Jaya mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang mudah diakses juga terus meningkat.

"Kemudian bisa jadi tempat lainnya, misalnya daerah Cemorokandang itu juga belum ada," tambahnya.

Lebih lanjut, Jaya menegaskan penataan trayek yang tengah disiapkan bukan bertujuan menghapus jalur angkutan kota yang sudah ada. Sebaliknya, Dishub berupaya melakukan optimalisasi agar distribusi layanan transportasi publik menjadi lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Menurutnya, sejumlah trayek yang selama ini dinilai kurang relevan dengan kondisi perkembangan kota akan dievaluasi dan disesuaikan kembali tanpa menghilangkan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

"Bukan dihapus, tetapi kami optimalkan. Misalnya ada yang memang dirasa tidak perlu, kami sesuaikan lagi. Karena memang trayek yang ada saat ini sudah dibuat sejak tahun 1989," terangnya.

Penataan ulang trayek tersebut juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam memperkuat ekosistem transportasi publik yang lebih modern, terintegrasi, dan mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai kawasan.

Tidak hanya fokus pada jalur operasional angkutan kota, pihaknya juga menyiapkan langkah pendukung berupa pemeliharaan fasilitas halte yang tersebar di berbagai titik. 

Keberadaan halte yang layak dinilai penting untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat menggunakan transportasi umum.

"Untuk mengimbangi rerouting ini juga kami usahakan ada pemeliharaan halte-halte di Kota Malang. Agar masyarakat lebih aman untuk menunggu transportasi publik dan sejenisnya," kata Jaya. (ADV)


Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.