03 May 2026

Get In Touch

Hadiri Peringatan Dharma Santi, Khofifah Ajak Umat Hindu Perkuat Semangat Perdamaian

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peringatan Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Pura Segara Kenjeran, Surabaya, Minggu (3/5/2026). (foto:ist/Ant/Biro Adpim Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peringatan Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Pura Segara Kenjeran, Surabaya, Minggu (3/5/2026). (foto:ist/Ant/Biro Adpim Pemprov Jatim)

SURABAYA (Lentera) - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak umat Hindu memperkuat semangat perdamaian, dalam peringatan Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Pura Segara Kenjeran, Surabaya yang dihadiri 5.000 peserta lintas daerah, Minggu (3/5/2026).

"Temanya saya pikir kuat sekali. Tuhan yang Maha Kuasa ciptakan manusia di mana-mana sebagai satu keluarga. Bagaimana kita ini merasakan dan menjadikan satu bumi, satu keluarga. Tetapi bahwa keluarga besar secara global hari ini sedang tidak baik-baik saja," ujar Khofifah mengutip Antara, Minggu (3/5/2025).

Menurutnya, tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju” relevan dengan kondisi dunia yang masih diwarnai konflik dan ketegangan di sejumlah wilayah.

"Oleh karena itu, mari tetap kita kuatkan doa kita mudah-mudahan Allah Tuhan yang Maha Kuasa memberikan bumi ini damai, dan bahwa antarsesama manusia bisa saling memberikan penyejuk dan saling menyemai kasih," tuturnya.

Khofifah menilai, setiap individu memiliki peran untuk menjaga perdamaian, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global, melalui penguatan toleransi dan persaudaraan antarmanusia.

"Jadi sebetulnya Dharma Santi Nyepi 1948 Tahun Saka dan 2026 Tahun Masehi ini mengajak kita semua sebagai keluarga besar Jawa Timur, keluarga besar Indonesia, dan keluarga besar dunia untuk bisa menghentikan perang dan bangun perdamaian. Bisa disuarakan siapapun dan dari manapun. Saya rasa resonansinya akan ketemu pada saatnya," lanjut Khofifah.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Jawa Timur, I Gusti Putu Raka Arthama mengatakan Dharma Santi Nyepi tahun ini juga menjadi momentum, mempererat persaudaraan lintas agama karena berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Paskah.

"Jadi di bulan Maret dan April, kita berturut-turut merayakan hari raya keagamaan yang luar biasa. Mudah-mudahan ini membawa manfaat bagi kita semua, memberi vibrasi positif bagi kita di Jawa Timur, di Nusantara, dan di dunia," katanya.

Ia menambahkan, tema “Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju” mengandung pesan persatuan untuk mendukung kemajuan Jawa Timur.

"Kita satu keluarga. Mari semangat ini kita jadikan dasar bagi kita untuk menjadi manusia-manusia yang lebih baik, yang lebih bisa berperan sebagai warga Jawa Timur untuk kemajuan di Jawa Timur," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Raka Arthama juga menyampaikan, apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pembinaan kehidupan keagamaan dan kebudayaan umat Hindu.

Rangkaian Dharma Santi Nyepi Tahun Saka 1948 diisi Dharma Wacana, doa Puja Tri Sandhya, pembacaan sloka suci Weda, serta pertunjukan seni budaya Sendratari Asmara Jenggala dan Tari Sekar Jagat.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.