01 May 2026

Get In Touch

Transformasi Posyandu di Surabaya: Pusat Layanan 6 Sektor Sekaligus

Wali Kota Surabaya Eri saat meninjau Posyandu Wethan Ceria.
Wali Kota Surabaya Eri saat meninjau Posyandu Wethan Ceria.

SURABAYA (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan transformasi peran Posyandu, menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekaligus.

Salah satu yang dijadikan percontohan adalah Posyandu Wethan Ceria di RW 01 Manukan Lor, Kecamatan Tandes. Di sana, Posyandu tidak hanya melayani bidang kesehatan, tetapi juga terintegrasi dengan sektor pendidikan, sosial, perumahan rakyat, hingga pekerjaan umum.

"Posyandu ini berjalan setiap bulan di seluruh Surabaya, dan tidak hanya untuk bayi dan anak. Semua data terkait enam SPM, mulai sosial hingga perumahan rakyat, sudah terintegrasi," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dikutip Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, seluruh data dari posyandu telah terhubung dengan aplikasi Sayang Warga dan sistem Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Integrasi ini memungkinkan Pemkot melakukan intervensi yang lebih tepat sasaran berbasis klaster.

"Dari situ bisa terlihat klaster bayi kekurangan gizi atau lansia yang tinggal sendiri. Ini menjadi kekuatan Surabaya, dan basisnya ada di RW. Terima kasih kepada pengurus RW dan Kader Surabaya Hebat yang luar biasa," tambahnya.

Tak hanya unggul dalam integrasi data, Posyandu Wethan Ceria juga dinilai berhasil membangun partisipasi warga. Ketua RW 01 bersama kader Kader Surabaya Hebat (KSH) bahkan menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk memberikan apresiasi kepada lansia yang datang lebih awal serta bayi dengan kenaikan berat badan yang konsisten.

Menurut Eri, inisiatif tersebut mencerminkan semangat gotong royong sekaligus implementasi nyata konsep Kampung Pancasila.

"Ini bukti bahwa Surabaya bergerak karena masyarakatnya, bukan hanya pemerintah. Pemerintah menjadi dirigen, masyarakat yang memainkan," ungkapnya.

Selain itu, warga setempat juga menjalankan program pengolahan sampah organik menjadi pelet pakan ternak dan ikan, sebagai bentuk kemandirian lingkungan.

Ke depan, Eri berencana kembali mengunjungi wilayah tersebut untuk berdiskusi santai bersama warga di Kampung Jepang, guna memperkuat konsep Kampung Pancasila sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda.

"Saya ingin membentuk karakter Arek Surabaya yang tangguh, termasuk mengajak Gen-Z untuk aktif agar tidak menjadi generasi yang lemah di masa depan," pungkasnya.

Reporter: Amanah/Editor: Santi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.