29 April 2026

Get In Touch

Ratusan Sopir Truk Jatim Protes Pembatasan Kuota dan Pemblokiran Barcode ke Pertamina Surabaya

Ratusan orang dari gabungan organisasi sopir truk Jatim menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V, Surabaya, Rabu (29/4/2026). ANT
Ratusan orang dari gabungan organisasi sopir truk Jatim menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V, Surabaya, Rabu (29/4/2026). ANT

SURABAYA (Lentera) - Ratusan sopir truk menggelar aksi demo di depan PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Surabaya, memprotes pembatasan kuota serta pemblokiran barcode pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar yang dinilai berdampak pada operasional.

“Persoalan ini sebenarnya sudah lama, sejak 2024. Tiba-tiba barcode diblokir sehingga kawan-kawan tidak bisa mengisi solar atau jatahnya berkurang,” kata Koordinator Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT), Supriyono saat ditemui di sela aksi di Surabaya melansir Antara, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya sopir truk memperoleh kuota sekitar 200 liter per hari, namun jumlah tersebut kerap berkurang hingga 100 liter. Kuota tersebut, dinilai tidak mencukupi kebutuhan operasional yang bisa mencapai 300 hingga 400 liter per perjalanan.

Menurut dia, kondisi tersebut menyulitkan sopir yang melayani distribusi logistik lintas daerah, termasuk rute Jawa hingga luar pulau seperti Kalimantan, Sumatra, dan Aceh.

“Kalau dibatasi seperti ini, kami jelas terganggu. Padahal kami membeli dengan harga yang sama, bukan mengambil secara ilegal,” paparnya.

Supriyono menambahkan, pemblokiran barcode juga kerap dialami banyak sopir, sementara proses pemulihan berlangsung berhari-hari hingga berbulan-bulan dan berdampak pada roda perekonomian keluarga.

Meskipun demikian, pihaknya dapat memahami kebijakan pemerintah dalam penyaluran subsidi agar tepat sasaran dan berharap implementasi di lapangan, tidak menghambat aktivitas sopir yang bergantung pada BBM subsidi.

“Kami tidak mempermasalahkan aturan, tapi jangan sampai sistem yang ada justru membuat kami tidak bisa membeli BBM,” ujarnya.

Sebagai informasi, ratusan sopir truk menggelar unjuk rasa yang diwarnai aksi teatrikal berupa pengusungan keranda mayat, serta iringan musik sound horeg di Kota Surabaya.

Massa aksi mulai bergerak dari Bundaran Waru, Sidoarjo sekitar pukul 13.00 WIB, di bagian depan truk bermuatan pengeras suara berdaya besar yang memutar musik sepanjang perjalanan. Di belakang mobil komando, sejumlah peserta aksi terlihat memikul keranda mayat yang dibungkus kain putih.

Aksi unjuk rasa tersebut mendapat pengawalan ketat aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya yang sekaligus memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur utama kota.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.