28 April 2026

Get In Touch

Hari Puisi Nasional, Unusa Perkuat Literasi Lewat Karya dan Panggung Sastra

Peringatan Hari Puasa Nasional di Unusa.
Peringatan Hari Puasa Nasional di Unusa.

SURABAYA (Lentera) - Peringatan Hari Puisi Nasional dimanfaatkan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) untuk memperkuat budaya literasi di kalangan akademisi melalui peluncuran buku puisi karya dosen serta rangkaian kegiatan sastra, Selasa (28/4/2026).

Dekan FKIP Unusa, Nafiah, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus menghadirkan ruang literasi yang hidup dan relevan bagi generasi muda.

"Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, merenung, dan memahami kehidupan secara lebih mendalam. Puisi menjadi salah satu medium penting untuk menumbuhkan hal tersebut," ujarnya.

Kegiatan yang digelar di Ruang Theater Lantai 2 Kampus C Unusa ini meliputi kuliah pakar sastra, parade pembacaan puisi, hingga peluncuran buku. Mengusung tema "Puisi sebagai Sarana Berpikir Kritis dan Reflektif", acara diikuti mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dosen, serta pegiat sastra Jawa Timur.

Peringatan ini bertepatan dengan tanggal wafatnya penyair legendaris Chairil Anwar pada 28 April 1949, yang menjadi dasar penetapan Hari Puisi Nasional. Tahun 2026 ini menandai peringatan ke-77.

Dalam momentum tersebut, Unusa meluncurkan buku kumpulan puisi berjudul Belajar Mencintai-Mu karya Suharmono Kasiyun, dosen FKIP Unusa. Buku ini merefleksikan makna cinta dalam berbagai dimensi, mulai dari personal hingga spiritual.

Nafiah menambahkan, peluncuran buku karya dosen menjadi bukti bahwa tradisi akademik tidak berhenti di ruang kelas, tetapi terus berkembang melalui karya nyata yang dapat diakses masyarakat luas.

"Mahasiswa perlu melihat bahwa dosen bukan hanya mengajar, tetapi juga berkarya. Ini menjadi inspirasi agar budaya menulis, membaca, dan berkreativitas terus tumbuh di lingkungan kampus," imbuhnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah tokoh sastra dan media Jawa Timur, seperti Aming Aminoedin, Toto Sonata, Amang Mawardi, serta Riadi Ngasiran. Mereka berbagi pandangan tentang peran sastra dalam membangun karakter, kepekaan sosial, dan nilai kemanusiaan.

Selain diskusi dan peluncuran buku, acara juga diramaikan dengan parade pembacaan puisi oleh sastrawan dan mahasiswa FKIP Unusa. Penampilan tersebut mendapat antusiasme peserta sekaligus menjadi ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda.

Melalui momentum ini, Unusa menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang memadukan ilmu pengetahuan, seni, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian dari pembangunan peradaban.

Reporter: Amanah/Editor: Santi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.