11 April 2026

Get In Touch

Gempa Guncang Flores Timur, 15 Warga Terluka dan 79 Rumah Rusak

Dampak gempa di pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, pada Kamis (9/4/2026). (foto:ist/Ant/BPBD Flores Timur)
Dampak gempa di pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, pada Kamis (9/4/2026). (foto:ist/Ant/BPBD Flores Timur)

KUPANG (Lentera) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 15 warga mengalami luka-luka dan sekitar 100 warga dievakuasi, akibat gempa bumi berkekuatan 4,7 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada KAmis (9/4/2026).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan jumlah tersebut didapatkan berdasarkan laporan sementara hingga pukul 11.00 WIB, dampak gempa di Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur.

"Sebanyak lima orang warga mengalami luka berat dan 10 orang warga luka ringan, sedangkan total populasi terdampak sebanyak 100 kepala keluarga," katanya di Jakarta mengutip Antara, Kamis (8/4/2026).

Pihak BNPB memastikan, tim personel gabungan termasuk petugas reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat, meliputi pendataan, pemantauan dampak gempa, pendirian tenda pengungsian, serta penyaluran bantuan kepada warga.

Tim gabungan tersebut mendapat pendampingan oleh BNPB, sehingga penanganan dampak bencana berjalan cepat, tepat, dan akurat. Meski demikian, Abdul mengimbau, masyarakat tetap tenang, segera mencari tempat terbuka jika gempa kembali terjadi, serta mengikuti arahan dan informasi resmi dari petugas berwenang.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi magnitudo 4,7 terjadi, pada Kamis (9/4/2026) pukul 00.30 WITA. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,36° LS dan 123,15° BT, tepatnya di darat pada jarak 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman lima kilometer.

BMKG bahkan mencatat, hingga Kamis (9/4/2026) pagi pukul 06.40 WITA sebagaimana hasil pemantauan sistem sensor getaran, menunjukkan adanya 48 aktivitas gempa bumi susulan yang hingga saat ini masih dirasakan oleh warga di pesisir Pulau Adonara.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat 79 rumah di Pulau Adonara rusak, akibat gempa magnitudo 4,7 yang terjadi, pada Kamis (9/4/2026) pukul 00.30 WITA.

Bupati Flores Timur, Anton Doni mengatakan 79 unit tersebut merupakan data sementara kerusakan rumah kategori ringan maupun rusak berat, hingga pukul 08.30 WITA.

“Sementara ini kami mendapat laporan, kondisi terparah ada di Desa Terong dan Desa Lamahala,” katanya melansir Antara.

Dia merinci, kerusakan di Desa Terong mencapai 69 rumah, sedangkan sisanya berada di Desa Lamahala. Jumlah tersebut masih bersifat dinamis seiring proses pendataan yang terus berjalan.

Saat ini, kata dia, tim dari BPBD setempat sudah turun ke lokasi untuk mengidentifikasi dampak kerusakan dan kebutuhan penanganan keadaan darurat di lapangan.

Bupati menambahkan, pihaknya terus memperbarui data kerusakan tersebut seiring dengan proses verifikasi yang masih berjalan di lapangan.

Pemkab telah menyiapkan langkah darurat berupa pendistribusian terpal dan tenda bagi warga terdampak, sembari menunggu koordinasi penanganan lebih lanjut.

“Kami segera menyiapkan kebutuhan darurat lainnya,” imbuhnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.