30 March 2026

Get In Touch

Iran: Soal Selat Hormuz, Dunia Silakan Minta Pertanggungjawaban ke AS dan Israel

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (tengah) saat tiba untuk negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat di Muscat, Oman, 6 Februari 2026 (Kementerian Luar Negeri Iran via AFP)
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (tengah) saat tiba untuk negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat di Muscat, Oman, 6 Februari 2026 (Kementerian Luar Negeri Iran via AFP)

SURABAYA (Lentera) -Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuding Amerika Serikat sebagai akar utama ketidakamanan dan krisis di kawasan Asia Barat, termasuk di Selat Hormuz.

Ia juga menyerukan agar dunia internasional meminta pertanggungjawaban kepada AS dan Israel atas perang yang disebutnya tidak beralasan dan melanggar hukum terhadap Iran.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Armenia, Ararat Mirzoyan, pada Sabtu (28/3/2026).

Keduanya membahas perkembangan terbaru di kawasan serta dampak dari aksi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dalam kesempatan tersebut, Mirzoyan menyampaikan ucapan selamat Nowruz sekaligus menyampaikan duka cita dan simpati dari pemerintah serta rakyat Armenia atas wafatnya Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat senior dan warga sipil.

Ia juga mengungkapkan keprihatinan mendalam atas serangan terhadap warga sipil, termasuk siswa di Sekolah Dasar Shajare Tayyebe di Kota Minab, Iran selatan.

Mirzoyan menyatakan solidaritasnya kepada keluarga korban serta pemerintah dan rakyat Iran.

Menanggapi hal itu, Araghchi mengapresiasi dukungan dan simpati dari Armenia.

Ia kemudian memaparkan berbagai dugaan kejahatan perang yang dilakukan pihak yang disebutnya sebagai agresor, termasuk pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan hukum humaniter.

Menurut Araghchi, serangan tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga sekolah, pusat pendidikan dan penelitian, situs sejarah dan budaya, rumah sakit, infrastruktur vital, serta kawasan permukiman.

Iran: AS penyebab utama ketidakstabilan

Ia menegaskan Iran akan mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan nasionalnya dari agresi militer Amerika Serikat dan Israel.

Araghchi juga menekankan bahwa seluruh negara memiliki tanggung jawab untuk mengutuk tindakan yang dinilainya sebagai pelanggaran hukum internasional tersebut.

Sebagaimana dilansir Kantor berita Iran Tasnim News Agency, ia kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat merupakan penyebab utama ketidakstabilan di kawasan Asia Barat dan Selat Hormuz.

“Dunia harus meminta pertanggungjawaban pemerintah AS dan rezim Israel atas perang ilegal yang dipaksakan terhadap Iran dan kawasan,” ujarnya, dilansir dari Kompas.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran setelah terbunuhnya Ali Khamenei pada 28 Februari 2026, bersama sejumlah komandan militer dan warga sipil.

Serangan tersebut mencakup gempuran udara ke berbagai lokasi militer dan sipil di Iran, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur secara luas.

Sebagai balasan, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan ke sejumlah target milik AS dan Israel di wilayah yang diduduki serta pangkalan-pangkalan di kawasan, menggunakan gelombang rudal dan drone (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.