BANYUMAS (Lentera) – Gema takbir berkumandang syahdu di tengah suasana sejuk dan gerimis di kaki Gunung Slamet, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat (20/3/2026) pagi. Ratusan jemaah memadati Aula Desa Rempoah, usai pelaksanaan shalat Idul Fitri 1447 H yang semula direncanakan di lapangan dipindahkan ke dalam ruangan. Meski cuaca kurang bersahabat, antusiasme warga tetap tinggi dalam menunaikan ibadah sekaligus memperkuat nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Pelaksanaan Shalat Id tahun ini merupakan kali ketiga yang diikhtiarkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Baturraden di lokasi tersebut. Bagi persyarikatan, agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan manifestasi dakwah pencerahan yang menyentuh akar rumput serta memperkokoh eksistensi gerakan di tingkat cabang.
Hadir sebagai khatib, Assoc. Prof. Dr. Faozan Amar, S.Ag, MM, Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam khutbah bertajuk “Idul Fitri dan Taqwa: Mewujudkan Islam Berkemajuan di Tengah Gejolak Global”, Faozan menekankan bahwa takwa pasca-Ramadhan harus mewujud dalam kesadaran kolektif yang transformatif.
Resiliensi dan Kemandirian Umat
Dalam orasinya, Faozan menyoroti dinamika geopolitik internasional yang kian tak menentu, yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan sosial umat. Merujuk pada firman Allah dalam QS Ar-Ra’d ayat 11, ia mengingatkan bahwa perubahan nasib umat bergantung pada ikhtiar, kemandirian, dan etos kerja mereka sendiri.
“Spirit ketakwaan tidak boleh berhenti di atas sajadah; ia harus bertransformasi menjadi energi penggerak untuk menjawab tantangan zaman. Dakwah Muhammadiyah harus hadir melalui penguatan pilar pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial yang unggul sebagai solusi nyata bagi problematika umat,” tegas Faozan yang juga Dosen FEB UHAMKA.
Ia juga menyerukan pentingnya solidaritas kemanusiaan universal, terutama dukungan bagi kemerdekaan Palestina yang merupakan bagian dari amanat mandat moral internasional warga Muhammadiyah.
Tawadhu dalam Perkhidmatan
Sekretaris PCM Baturraden, Nur Khasbi, menyatakan bahwa syiar ini adalah bagian dari komitmen PCM untuk terus menghadirkan dakwah yang menggembirakan dan mencerahkan. Di sela-sela suasana hangat antarjamaah, ia menyampaikan rasa syukur mendalam atas sinergi lintas sektoral yang terjalin harmonis.
“Kami haturkan terima kasih tulus kepada Kepala Desa, Camat beserta seluruh jajaran, TNI, Polri, serta masyarakat yang telah mendukung penuh syiar ini. Begitu juga kepada para jamaah yang telah meringankan langkah memadati lapangan dengan penuh kekhidmatan,” ungkap Nur Khasbi.
Meski acara berlangsung lancar, Nur Khasbi tetap menunjukkan sikap tawadhu mewakili panitia penyelenggara. “Kami memohon maaf yang setulus-tulusnya apabila dalam pelayanan dan penyelenggaraan Shalat Id ini masih terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Ikhtiar kami adalah terus memberikan perkhidmatan terbaik bagi umat,” imbuh Nur Khasbi yang juga Kepala SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto.
Dakwah Filantropi Melalui Lazismu
Sebagai bentuk transparansi dan penguatan gerakan filantropi, panitia melaporkan bahwa infak jemaah pada tahun sebelumnya sebesar Rp6 juta telah dimanfaatkan sepenuhnya untuk mendukung pembangunan Masjid As Salam Kutasari. Pada kesempatan ini, jamaah kembali diajak untuk menguatkan pilar ekonomi dengan menyalurkan zakat, infak, sedekah dan wakaf melalui Lazismu Baturraden sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan.
Rangkaian ibadah diakhiri dengan tradisi musafahah yang hangat antarjamaah. Suasana akrab ini mencerminkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus meneguhkan semangat Islam Berkemajuan yang terus dihidupkan oleh Muhammadiyah di Bumi Banyumas.
Editor:Widyawati/rls





.jpg)
