21 March 2026

Get In Touch

BBM di Malaysia Terus Naik 2 Pekan Berturut-turut

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA (Lentera) - Pemerintah Malaysia menyesuaikan harga domestik bensin dengan kondisi pasar global di tengah konflik Timur Tengah yang kian memanas. Tercatat, bahan bakar minyak (BBM) di Negeri Jiran telah melonjak tajam selama dua pekan berturut-turut. 

Mengutip dari media lokal Malay Mail, Jumat (20/3/2026), penyesuaian harga BBM ini berlaku mulai hari ini hingga 25 Maret 2026. Harga bensin RON97 naik drastis sebesar 70 sen menjadi 4,55 ringgit Malaysia per liter (sekitar Rp19.565). Sementara itu, harga solar di Semenanjung Malaysia mencetak rekor terbaru dengan kenaikan 80 sen menjadi 4,72 ringgit Malaysia per liter (sekitar Rp20.296).

Meski harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan, Kementerian Keuangan Malaysia (MOF) tetap mempertahankan harga BBM subsidi guna memastikan perlindungan masyarakat tetap berjalan. Harga BBM subsidi BUDI95 tetap dipatok di 1,99 ringgit Malaysia per liter (sekitar Rp8.557).

Untuk bensin RON95 nonsubsidi, harga tetap tidak berubah di angka 3,27 ringgit Malaysia per liter (sekitar Rp14.061) pada periode ini. Selain itu, harga solar di wilayah Sabah, Sarawak, dan Labuan dijaga stabil pada batas atas regional sebesar 2,15 ringgit Malaysia per liter (sekitar Rp9.245) guna memastikan stabilitas harga di wilayah tersebut.

Penyesuaian harga ini seiring kenaikan harga BBM pada 12 Maret lalu saat eskalasi konflik di Iran melawan Israel-Amerika Serikat (AS). Kementerian Keuangan menyatakan kebijakan ini bertujuan untuk menyeimbangkan harga pasar secara bertahap. Kebijakan ini juga dinilai untuk tetap menjaga daya beli serta subsidi tepat sasaran.

Kementerian Keuangan menekankan penyesuaian berkala ini diperlukan untuk menjamin kesejahteraan jangka panjang rakyat dan stabilitas ekonomi nasional di tengah memburuknya situasi energi global. Dengan mempertahankan harga BBM subsidi, pemerintah berupaya mencegah lonjakan drastis biaya hidup bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah, meskipun pasokan minyak mentah global masih sangat tidak pasti.

Pemerintah Malaysia berkomitmen akan terus memantau pergerakan pasar internasional dengan saksama seiring perkembangan situasi di Timur Tengah.

Editor: Widyawati




 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.