05 March 2026

Get In Touch

BPBD Malang Catat 10 Bencana Longsor Selama Februari 2026, Ngantang Paling Sering

Ilustrasi: Bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Malang selama bulan Februari. (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)
Ilustrasi: Bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Malang selama bulan Februari. (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)

MALANG (Lentera) - BPBD Kabupaten Malang mencatat sebanyak 10 bencana tanah longsor terjadi di wilayahnya selama Februari 2026, dengan Kecamatan Ngantang menjadi wilayah yang paling sering terdampak dengan 3 kali kejadian.

"Kejadian pertama berlangsung pada 2 Februari 2026 sekitar pukul 18.12 WIB di RT 03 RW 01 Dusun Krajan, Desa Srigading, Kecamatan Lawang. Hujan disertai angin kencang sejak siang hari mengakibatkan bagian dapur dan kandang sapi milik seorang warga lansia mengalami kerusakan ringan," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai Rp3 juta. Selain itu, sebagian aliran sungai di dusun setempat sempat tertutup material longsor. 

Dua hari berselang, tepatnya 4 Februari 2026 dini hari, longsor terjadi di RT 5 RW 9 Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari. Material longsor dengan dimensi panjang sekitar 15 meter, lebar 10 meter, dan tinggi 3 meter menyebabkan dua rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap dan dapur.

Pada 6 Februari 2026 sore, longsor kembali terjadi di Dusun Pakem, Kecamatan Wajak. Tebing setinggi 10 meter dengan lebar 5 meter dan ketebalan sekitar 30 sentimeter longsor. Mengakibatkan satu rumah warga mengalami kerusakan pada bagian kamar mandi. Kerugian diperkirakan sekitar Rp1,5 juta.

Memasuki 7 Februari 2026, longsor melanda Dusun Kasin, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang. Terdapat 2 titik longsoran, masing-masing pada tebing setinggi sekitar 10 meter dan 12 meter dengan lebar 6 hingga 7 meter.

"Material longsor sempat menutup separuh bahu jalur provinsi Malang–Kediri sehingga mengganggu arus lalu lintas," ungkap Sadono. 

Kejadian di Kecamatan Ngantang berlanjut pada 10 Februari 2026 di Desa Tulungrejo. Material longsor menimpa dua dapur milik warga. Kemudian pada 12 Februari 2026, longsor kembali terjadi di Dusun Kaweden, Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang. 

"Tebing setinggi sekitar 10 meter dan lebar 4 meter longsor akibat hujan dengan intensitas sedang, sehingga jalur provinsi Malang–Kediri sempat terhambat," katanya. 

Masih pada 12 Februari 2026, longsor juga terjadi di Desa Srigading, Kecamatan Lawang. Tebing setinggi sekitar 7 meter dengan ketebalan sekitar 10 meter longsor dan menyebabkan akses jalan menuju kebun warga sempat terputus.

Sehari berikutnya, 13 Februari 2026, longsor melanda Dusun Ngijo, Kecamatan Karangploso. Hujan berintensitas tinggi menyebabkan bangunan plengsengan setinggi 4 meter dan lebar 10 meter roboh, sehingga akses saluran irigasi menuju persawahan warga terputus sementara.

Lebih lanjut, Sadono menyebutkan kejadian dengan dampak cukup signifikan terjadi pada 27 Februari 2026 di Kecamatan Ampelgading. Longsor mengakibatkan akses jalan penghubung dua dusun terputus, sehingga sekitar 300 kepala keluarga terisolasi dan harus memutar sejauh kurang lebih 15 kilometer. Penanganan baru dapat diselesaikan pada Sabtu (28/2/2026) sore.

Sehari setelahnya, 28 Februari 2026, longsor terjadi di Desa Wajak, Kecamatan Wajak. Material longsor menutup total aliran sungai dan berdampak pada terganggunya kebutuhan air persawahan di 4 desa, yakni Wajak, Blayu, Sukolilo, dan Condo.

"Meski sejumlah akses jalan, irigasi, dan rumah warga terdampak, seluruh kejadian tanah longsor selama Februari 2026 tidak menimbulkan korban jiwa," tegas Sadono. 

Menurutnya, BPBD Kabupaten Malang telah melakukan pemetaan wilayah rawan. Dari total 33 kecamatan, sebanyak 17 kecamatan teridentifikasi memiliki potensi rawan tanah longsor. 

Wilayah tersebut meliputi Ngantang, Pujon, Kasembon, Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Poncokusumo, Tumpang, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Wagir, Kromengan, Ngajum, dan Wonosari.


Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.