JAKARTA (Lentera) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 105.842 jiwa masih mengungsi, akibat bencana banjir disertai tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan bahwa ribuan orang warga tersebut mengungsi dalam pendampingan tim petugas gabungan ke beberapa lokasi pengungsian di masing-masing daerah, baik terpusat maupun pengungsian mandiri.
BNPB memastikan jumlah tersebut merupakan data terkini yang masuk, Senin (2/2/2026), dan pendataan pengungsi akan diperbarui secara berkala guna menyesuaikan distribusi bantuan dengan kebutuhan di lapangan.
"Pendataan dilakukan secara intens oleh tim petugas gabungan, karena pengelolaan pengungsian menjadi salah satu fokus utama BNPB dan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi," ujarnya di Jakarta melansir Antara, Selasa (3/2/2026).
Abdul menjelaskan, selain penyediaan logistik, pengelolaan pengungsian juga mencakup layanan kesehatan, sanitasi, air bersih, serta perlindungan kelompok rentan.
Setidaknya sampai dengan, Senin (2/2/2026) total korban meninggal dunia sebanyak 1.204 jiwa dan korban hilang 140 jiwa akibat bencana yang terjadi dua bulan lalu itu.
BNPB juga mempercepat pembangunan hunian sementara, sebagai solusi jangka pendek bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Dari total 17.332 unit hunian sementara yang diajukan, sebanyak 5.039 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni.
BNPB menegaskan, percepatan pemulihan infrastruktur menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Editor: Arief Sukaputra





.jpg)
