03 February 2026

Get In Touch

Internet Down, Pelajaran Apa yang Bisa Dipetik

Ilustrasi jaringan internet (Ist)
Ilustrasi jaringan internet (Ist)

OPINI (Lentera) -Hari Kamis (22/1/2026), melalui WAG Redaksi Lentera, tim IT mengabarkan bahwa, "kami mengalami kendala di server utama kami dan sedang kami coba untuk resolve ASAP."  yang kemudian, didapati info bahwa IndiHome down secara nasional.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, banyak orang Indonesia kembali menatap dinding dengan penuh makna. Bukan karena sedang mencari inspirasi. Bukan juga karena sedang merenung... karena internet-nya down

Di titik itu, kita semua setara. Tidak peduli jabatan. Tidak peduli profesi. Tidak peduli follower. Semua sama-sama bertanya: “Ini internet kenapa?”
Menariknya, begitu internet berhenti, hidup kita ikut berhenti. Kerja tertunda. Konten kreator kehilangan makna hidupnya selama beberapa jam.

Banyak dari kita baru sadar: ternyata hidup modern ini sangat bergantung pada satu hal yang tidak kelihatan, tapi kalau hilang rasanya seperti kehilangan separuh identitas. Ironisnya, selama ini kita sering mengeluh internet lambat. Tapi kemarin, kita belajar bahwa lambat itu masih jauh lebih baik, daripada tidak ada sama sekali.

Kita Disatukan oleh Notifikasi “Tidak Ada Koneksi”

Ada satu hal indah dari kejadian ini: untuk sesaat, Indonesia benar-benar bersatu. Bukan karena sepak bola. Bukan karena pemilu. Tapi karena satu notifikasi yang sama: “Tidak ada koneksi internet.”

Timeline media sosial (yang tersisa dari mereka yang masih punya sinyal) penuh dengan keluhan, humor, dan kepasrahan kolektif. Ini mungkin salah satu momen langka di mana kita benar-benar merasakan: senasib sepenanggungan, tapi versi digital.

Pelajaran Tentang Kendali dan Menerima

Kita tidak bisa mengontrol gangguan nasional. Kita tidak bisa memperbaiki jaringan dari rumah. Kita bahkan tidak bisa marah dengan efektif, karena komplain pun butuh internet. 

Akhirnya, kita dipaksa belajar satu hal yang jarang kita latih: menerima keadaan. Menerima bahwa ada hal-hal yang memang di luar kendali kita. Menerima bahwa hidup tidak selalu bisa di-refresh. Dan menerima bahwa kadang, kita bisa dipaksa berhenti oleh satu keadaan.

Di balik semua kekesalan, ada efek samping yang cukup menarik: beberapa orang jadi ngobrol lagi dengan keluarga, ngobrol dengan rekan sekantornya, sambil seduh ngopi dan… bengong (yang minggu lalu kita bahas juga)

Kita tentu berharap kejadian seperti ini tidak sering terjadi. Internet sudah terlalu penting untuk sekadar dianggap fasilitas tambahan. Tapi dari peristiwa kemarin, mungkin kita bisa belajar satu hal kecil namun penting: Jangan menaruh seluruh hidup kita pada sesuatu yang bisa down, tanpa pemberitahuan.

Karena ternyata, yang benar-benar membuat kita kuat bukan sinyal yang selalu penuh, tapi kemampuan tetap waras meskipun saathidup sedang… no connection.

Dan siapa tahu, sesekali kehilangan internet justru mengingatkan kita untuk tetap membangun koneksi dengan sesama kita di dunia nyata. 

Happy weekend! 

Penulis: Suhardiman Eko, Tim Lentera Media|Editor: Arifin BH

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.