16 January 2026

Get In Touch

Banjir di Kabupaten Tangerang Meluas Hingga 24 Kecamatan, 10 Ribu KK Terdampak

Rumah warga di kawasan Perumahan Taman Vikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, terendam banjir setinggi 2 meter akibat luapan Sungai Cidurian. (foto:ist/Ant)
Rumah warga di kawasan Perumahan Taman Vikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, terendam banjir setinggi 2 meter akibat luapan Sungai Cidurian. (foto:ist/Ant)

TANGERANG (Lentera) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten melaporkan bahwa bencana alam banjir yang melanda wilayah itu, meluas hingga mencapai 24 kecamatan dari 29 kecamatan di kabupaten setempat.

"Sekarang sudah mencapai sekitar 20-24 kecamatan. Namun, di setiap kecamatan tidak semua desa terdampak. Ada yang satu desa, ada yang dua desa, ada yang tiga desa," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik di Tangerang melansir Antara, Rabu (14/1/2026).

Ia mengatakan, dari 24 kecamatan yang terdampak terdapat sedikitnya 10 ribu kepala keluarga (KK) dengan 45 hingga 50 ribu lebih jiwa, menjadi korban musibah tersebut.

"Ya, sekitar 50 ribuan jiwa. Kurang lebihnya 50 ribuan warga," ucapnya.

Meski terjadi perluasan, kata Taufik, kondisi genangan banjir di beberapa titik saat ini sudah mulai berangsur surut. Hanya saja, terdapat pemukiman yang berlokasi di bantaran sungai masih teredam.

"Yang surut juga banyak, berangsur-angsur surut, tapi juga ada yang karena limpahan air sungai Cidurian, sehingga terdampak ke masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan, hingga kini wilayah yang masih terendam masih terhitung relatif seperti di wilayah Kecamatan Kresek, tepatnya di Pasir Ampo dengan jumlah 144 kepala keluarga dari 132 rumah.

Sementara itu, untuk ketinggian air bervariasi mulai dari 60 centimeter sampai 80 centimeter dan yang terparah mencapai 2 meter.

"Tetapi, untuk data titik banjir nanti kita secara khusus, kita akan rekap, karena belum semuanya masuk," paparnya.

Dia menambahkan, dalam upaya penanganan bencana alam ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan instansi lain dalam rapat bersama. Langkah awal yang bakal dilakukan adalah pembangunan fasilitas pompa air, normalisasi hingga pembukaan pintu air.

"Khususnya, di wilayah Kosambi dan wilayah-wilayah lain relatif hampir mirip. Contoh, wilayah Kosambi kemungkinan akan dibangun saluran air atau normalisasi ditambah rumah-rumah mesin pompa," imbuhnya.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.