21 May 2026

Get In Touch

Wabup Sidoarjo Tinjau Gedung Juang 45 dan Museum Sejarah

Wabup Hj. Mimik Idayana meninjau gedung dan museum yang sudah lama tak terawat. Wabub siap renovasi agar nilai sejarah dan edukasinya tetap terjaga.
Wabup Hj. Mimik Idayana meninjau gedung dan museum yang sudah lama tak terawat. Wabub siap renovasi agar nilai sejarah dan edukasinya tetap terjaga.

SIDOARJO (Lentera) -Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, meninjau keadaan Gedung Juang 45 Pancasila yang terletak di Jalan A. Yani Sidoarjo, Senin (18/5/2026).

Bangunan bersejarah ini dulunya diresmikan pada 18 Desember 1984 oleh Pangdam VIII Brawijaya saat itu. Saat kini kondisinya memprihatinkan karena sudah bertahun-tahun tidak mendapatkan pemugaran atau renovasi.

Gedung tersebut menjadi kantor Sekretariat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Sidoarjo, Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45, serta Primkoppabri tersebut. Di lokasi ini juga terdapat sebuah museum perjuangan yang menyimpan beragam benda bersejarah peninggalan para pahlawan kemerdekaan.

"Keadaannya memang sudah tidak layak. Pemerintah Kabupaten harus bertindak untuk memperbarui dan merawatnya, terlebih di sini ada museum. Benda-benda bersejarah itu wajib kita jaga agar tidak rusak atau hilang," tegas Hj. Mimik Idayana.

Wabup menegaskan akan segera berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan bagian aset terkait untuk merumuskan langkah perbaikan. Ia memastikan renovasi akan segera dijalankan demi mengembalikan fungsi dan keindahan gedung ini. Lokasi gedung yang sangat strategis berada di tengah kota menjadi alasan kuat agar bangunan ini tetap terawat dan menjadi kebanggaan warga.

Selain sebagai kantor organisasi perjuangan, gedung ini juga kerap dikunjungi rombongan pelajar sebagai sarana pembelajaran sejarah. Berbagai koleksi seperti koin lama, bendera, hingga replika senjata dari kayu masih tersimpan di sana. Menurut Wabup, nilai edukasi inilah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya.

"Kita ingin gedung ini dikembalikan ke bentuk aslinya, tetap indah dan berfungsi baik. Segala peninggalan sejarah yang ada di dalamnya harus kita rawat agar generasi muda bisa terus belajar dan mengenal perjuangan para pendahulu," pungkasnya.

Reporter: Teguh|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.