14 May 2026

Get In Touch

Wali Kota Malang Minta RT Manfaatkan Bantuan Rp50 Juta untuk Atasi Sampah

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (Santi/Lentera)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meminta agar masyarakat di tingkat Rukun Tetangga (RT) dapat memanfaatkan dana bantuan Rp50 juta untuk mengatasi persoalan sampah.

"Harus ada kesadaran masyarakat. Tidak hanya sadar karena ada sanksi, tetapi harus karena dari diri sendiri, agar persoalan sampah di hulu bisa selesai dengan cara memilah sampah organik dan anorganik," ujar Wahyu, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, jika sampah tidak dipilah sejak dari rumah tangga, maka persoalan akan terus berulang dan membebani sistem pengelolaan yang ada.

Untuk memperkuat pengelolaan sampah di tingkat lingkungan, Wahyu mendorong masyarakat memanfaatkan program RT Berkelas. Melalui program tersebut, setiap RT memperoleh dukungan anggaran hingga Rp50 juta yang dapat digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana penanganan sampah.

Ia mencontohkan, dana tersebut dapat dialokasikan untuk membeli bak sampah, gerobak pengangkut, hingga fasilitas pendukung lain yang dibutuhkan agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara mandiri di lingkungan masing-masing.

"Sudah banyak RT yang menganggarkan pembelian bak sampah dan gerobak sampah. Itu bisa menjadi solusi penyelesaian masalah sampah di hulu," katanya.

Wahyu mengaku telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah agar aktif memberikan pemahaman kepada pengurus RT dan RW mengenai pemanfaatan dana RT Berkelas untuk program pengelolaan sampah.

Meski solusi di tingkat hulu mulai digencarkan, Pemkot Malang masih menghadapi persoalan di hilir. Jumlah armada truk arm roll untuk mengangkut sampah dari TPS menuju TPA Supit Urang dinilai belum mencukupi.

Wahyu mengakui keterbatasan anggaran daerah membuat penambahan armada belum dapat dilakukan secara optimal melalui APBD. "Kami memang butuh sarana dan prasarana tersebut. Tetapi kami menghadapi keterbatasan anggaran," ungkapnya.

Sebagai jalan keluar, Pemkot Malang akan menggandeng dunia usaha melalui program corporate social responsibility (CSR) untuk membantu pengadaan armada dan sarana pendukung pengangkutan sampah.

Wahyu memastikan telah meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang untuk lebih merangkul perusahaan-perusahaan agar ikut berkontribusi dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah.

"Saya akan minta Kepala DLH Kota Malang untuk merangkul lagi dunia usaha agar bisa memberikan CSR untuk sarana dan prasarana tersebut," katanya.

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.