03 May 2026

Get In Touch

Nabung Sejak 1995, Tukang Parkir Asal Manado Akhirnya Berangkat Haji

Samsudin Pombode (69), seorang tukang parkir di Kota Manado yang akan berangkat naik haji (Kompas)
Samsudin Pombode (69), seorang tukang parkir di Kota Manado yang akan berangkat naik haji (Kompas)

SURABAYA (Lentera) -Keteguhan hati dan kesabaran membuahkan hasil bagi Samsudin Pombode (69), seorang tukang parkir di Kota Manado.

Selama puluhan tahun, ia menyisihkan sebagian kecil penghasilannya demi mewujudkan impian menunaikan ibadah haji.

Setiap hari, Samsudin menyisihkan uang Rp 4.000 sampai Rp 5.000 sehari dari hasilnya bekerja sebagai tukang parkir. Hal itu dilakukannya sejak tahun 1995.

Pria yang lahir 15 Desember 1956 itu mengaku sudah bekerja sebagai tukang parkir sejak tahun 1993.

"Sebelumnya saya jadi tukang parkir di kawasan Taman Kesatuan Bangsa," ujarnya.

Dari Taman Kesatuan Bangsa di Kelurahan Pinaesaan Kecamatan Wenang, dia kemudian ditarik sebagai karyawan lepas Dinas Perhubungan Kota Manado di bagian perparkiran.

Namun karena merasa tidak betah, dia kemudian keluar dan kembali jadi tukang parkir di Pasar Bersehati Manado.

"Saya jadi tukang parkir sejak tahun 1993 dan tahun 1995 saya mulai menabung sedikit-sedikit untuk naik haji," ucapnya.

Perjalanan menuju Tanah Suci tidak selalu mulus. Pada 2014, rumahnya di Kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, terdampak banjir bandang.

Meski demikian, musibah tersebut justru menjadi titik awal percepatan impiannya. Samsudin menerima bantuan dari pemerintah yang kemudian digunakan sebagai setoran awal tabungan haji pada 2015.

“Penyetoran awal itu di tahun 2015. Setoran pertama langsung Rp 25 juta,” ungkapnya.

Di tengah keterbatasan, ayah tiga anak ini tak pernah berhenti berdoa. Setiap selesai shalat, ia memohon agar diberi kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.

Doanya dijawab. Samsudin termasuk salah satu dari 394 Jemaah Haji asal Sulut yang tergabung dalam Kloter 5.

Kabar keberangkatannya juga disambut haru oleh keluarga. Anak-anaknya turut membantu menyelesaikan pelunasan biaya haji.

"Terakhir pelunasan itu dua bulan lalu, Alhamdulillah anak saya bantu menambah uang pelunasan," ujarnya,dikutipdari Kompas, Sabtu (2/5/2026)

Meski akan segera menunaikan ibadah haji, Samsudin tidak berencana meninggalkan pekerjaannya. Sepulang dari Tanah Suci, ia tetap akan kembali menjadi tukang parkir.

"Iya saya masih akan menjadi tukang parkir, biar hanya cari uang untuk beli satu atau dua liter beras," ujarnya (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.