GRESIK (Lentera) – Layanan cek kesehatan gratis yang digelar Komunitas Wartawan Grissee (KWG) di Balai Wartawan, Gresik, Jawa Timur, Senin (27/4/2026) mengungkap fakta mengejutkan. Sebanyak 122 orang yang mengikuti cek kesehatan langsung mengikuti pemeriksaan mata oleh Klinik Mata KMU, dan semua peserta terdeteksi mengalami gangguan penglihatan.
Wakil Presdir Eyelink Group (Klinik Mata KMU), Ahada Aqid Abdi mengungkapkan bahwa, deteksi dini adalah kunci utama dalam menjaga kualitas hidup masyarakat. Melalui pemeriksaan yang tepat, keluhan pada mata dapat ditangani lebih cepat sebelum berisiko pada produktivitas.
"Dengan pemeriksaan mata dini, keluhan bisa tertangani lebih cepat dan tepat sehingga tidak menghambat produktivitas. Masyarakat pun bisa leluasa memberikan kebermanfaatan dengan kondisi penglihatan yang optimal," ujarnya.
Jenis gangguan yang ditemukan sangat beragam, mulai dari gangguan refraksi (rabun), katarak, hingga pterygium. Sebagai bentuk penanganan langsung, panitia memberikan kacamata baca secara gratis bagi peserta yang mengalami gangguan refraksi rabun dekat guna mendukung aktivitas mereka sehari-hari.
"Kami sangat mengapresiasi bakti sosial ini. Kenyataannya, banyak masyarakat yang masih membutuhkan edukasi dan penguatan kepedulian atas kesehatan mata. Hal ini sejalan dengan berbagai aksi sosial yang rutin kami lakukan," ungkap Ahada.
Sementara itu, Ketua KWG, Miftahul Arif menambahkan baksos ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai wujud nyata kepedulian insan pers terhadap masyarakat.
"Melalui momentum HPN (Hari Pers Nasional) 2026 ini, kami ingin insan pers bisa lebih dekat dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam hal kesehatan yang krusial seperti indra penglihatan," ujar Miftah singkat. (*)
Reporter:Asepta/Editor: Widyawati





.jpg)
