JAKARTA (Lentera) - Temuan Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) mengungkap dugaan pengurangan porsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan. Sebanyak 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) teridentifikasi menyunat porsi, termasuk membagi satu ekor ayam hingga menjadi 20 potong, jauh dari standar yang telah ditetapkan.
"Kalau tidak salah ada 1.700-an SPPG yang sudah di-suspend oleh BGN untuk diperbaiki. Ini bentuk keseriusan dalam menjaga kualitas layanan sesuai spesifikasi," ujar Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, saat menghadiri APPMBGI National Summit di Jakarta beberapa waktu lalu, mengutip Kompas, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) harus tegas dalam memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Aris mengungkapkan, salah satu bentuk pelanggaran yang ditemukan adalah pengurangan porsi makanan, terutama pada lauk utama seperti ayam. Dalam beberapa kasus, ayam yang seharusnya dipotong menjadi 8 bagian justru diperkecil hingga menjadi 12, 16, bahkan 20 potong.
Praktik tersebut dinilai berpotensi menurunkan nilai gizi yang diterima anak-anak sebagai penerima manfaat program MBG. Padahal, program ini dirancang untuk memastikan kecukupan gizi dengan komposisi dan porsi yang telah diperhitungkan secara matang.
Tak hanya ayam, pengurangan juga terjadi pada jenis lauk lain seperti ikan lele. Aris menyebut ukuran lauk yang disajikan tidak lagi sesuai dengan standar, sehingga kualitas asupan gizi menjadi dipertanyakan.
"Termasuk ukuran-ukurannya. Harusnya ayam dipotong menjadi delapan bagian, ini malah jadi 12, 16, atau 20. Artinya porsinya makin kecil," tegasnya.
Ia menekankan, seluruh SPPG wajib mematuhi standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi porsi, kualitas bahan, hingga proses pengolahan dan penyajian makanan.
"Jangan mengurangi ukuran, dan kualitas juga harus dijaga. Mulai dari kualitas makanan, air, penyajian, hingga dapur harus sesuai standar," katanya.
Lebih lanjut, Aris juga menekankan pentingnya menjaga higienitas dalam setiap tahapan penyediaan makanan. Hal ini untuk memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman, sehat, dan bergizi.
Editor: Santi





.jpg)
