24 April 2026

Get In Touch

Mayoritas Calon Jemaah Haji Jombang 2026 Masuk Kategori Risiko Tinggi

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim.(sutono abdillah)
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim.(sutono abdillah)

JOMBANG (Lentera) – Sebanyak 784 orang atau sekitar 61 persen dari total 1.267 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Jombang tahun 2026, masuk kategori risiko tinggi.

Angka tersebut ada di Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jombang, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jombang, Ilham Rohim menjelaskan ratusan calon jemaah haji tersebut terbagi dalam tiga kategori.

Dengan rincian, risiko tinggi berat sebanyak 178 orang, risiko sedang 206 orang, dan risiko ringan 402 orang.

”Secara umum hasil pemeriksaan kesehatan seluruh CJH sudah memenuhi ketentuan untuk berangkat. Namun, kondisi kesehatan harus terus dijaga hingga keberangkatan dan selama di Tanah Suci,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia menegaskan, pemerintah Arab Saudi tetap akan melakukan sampling pemeriksaan kesehatan setibanya jemaah di Tanah Suci.

Jika ditemukan kondisi kesehatan tidak memenuhi standar, jemaah berpotensi dipulangkan ke Indonesia.

”Kalau saat pemeriksaan di sana dinyatakan tidak layak, bisa langsung dipulangkan. Karena itu persiapan fisik harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Kemenhaj Jombang sendiri, terus membuka layanan konsultasi bagi calon jemaah haji yang akan berangkat. Hal ini dilakukan, untuk memastikan kesiapan jemaah, baik dari sisi kesehatan maupun administrasi.

”Sosialisasi dan konsultasi terus kita matangkan hingga menjelang hari keberangkatan,’’ pungkasnya.

Diketahui, sebanyak 1.267 CJH asal Jombang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci Makkah pada 6 hingga 7 Mei 2026. Mereka terbagi dalam kloter 60, 61, 62, dan 63 melalui Embarkasi Juanda, Surabaya.

 

Reporter: Sutono/Editor: Ais

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.