01 April 2026

Get In Touch

Agrinas Impor 160 Ribu Pikap Koperasi Merah Putih dengan Alasan Tidak Diproduksi di Indonesia

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota. (foto:ist/Ant)
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota. (foto:ist/Ant)

JAKARTA (Lentera) - PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 160 ribu kendaraan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dengan alasan pikap berpenggerak empat roda tidak diproduksi di Indonesia.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, impor 160 ribu kendaraan pikap untuk kegiatan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, tak hanya berasal dari India, tapi juga China dan Jepang.

"Semua kendaraan sudah dilakukan pengadaannya, sebanyak 160 ribu (unit)," kata Joao, di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Jakarta mengutip Antara, Selasa (31/3/2026).

Lebih lanjut, Joao mengatakan pihaknya memilih opsi impor karena spesifikasi kendaraan pikap yang menggunakan sistem penggerak empat roda (4WD/4-by-4/4x4) tidak diproduksi di Indonesia.

"Semua mobil yang ada di sini kan kalau 4x4 semuanya full impor. Tidak ada yang pembuatan lokal, tidak ada," ujarnya.

Ia pun merinci kendaraan angkutan barang dari sejumlah pabrikan otomotif seperti Hino, Mitsubishi, dan Isuzu dari Jepang, serta pabrikan otomotif China yaitu Foton, diimpor bersama dengan ribuan truk dan pikap dari India.

"(Sebanyak) 160 ribu (unit pikap/truk) itu terdiri atas 13.600 (unit) dari Jepang atau dari Mitsubishi, 10 ribu (unit) dari Hino (pabrikan) Jepang, 900 (unit) dari Isuzu (pabrikan) Jepang. Foton 13 ribu (unit) dari China, baru sisanya dari India yang datang," paparnya.

Lebih jauh, Joao mengatakan total anggaran pengadaan kendaraan tersebut adalah sebesar Rp200 triliun, yang berasal dari alokasi pembangunan per Kopdes/kel merah putih sebesar Rp3 miliar.

Namun, terkait data jumlah unit yang sudah berada di Indonesia dan siap disalurkan untuk kebutuhan kopdes/kel merah putih, Joao mengaku tidak memiliki data pasti.

Sebelumnya, Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono mengatakan penyaluran truk dan pikap impor dari India diharapkan mampu mendukung operasional koperasi desa/kelurahan merah putih yang sudah siap dan rampung.

"Sudah ada (truk dan pikap) yang sudah disalurkan di koperasi-koperasi desa merah putih, dan ya rasanya sudah cukup memadai dan bisa digunakan untuk (mendukung operasional koperasi)," kata Menkop Ferry.

Lebih lanjut, Ferry mengatakan sebanyak 105 ribu truk dan pikap dari India tersebut dilakukan secara bertahap menyusul progres pembangunan fisik kopdes/kel merah putih.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.