26 March 2026

Get In Touch

Roket Bermasalah, NASA Menunda Peluncuran Astronaut ke Bulan

Roket Bermasalah, NASA Menunda Peluncuran Astronaut ke Bulan

SURABAYA ( LENTERA ) - NASA terpaksa menunda peluncuan Artemis II yang akan membawa astronaut ke Bulan. Upaya peluncuran pada bulan Maret terpaksa dibatalkan karena masalah teknis yang melibatkan sistem helium roket SLS. Pihak NASA mengatakan adanya permasalahan sata mengisi ulang tekanan tangki helium ke mesin upper stage roket Space Launch System (SLS) setelah adanya gladi resik. 

Roket SLS terpaksa dipindahkan dari landasan peluncuran ke hangar Vehicle Assembly Building (VAB) agar para teknisi NASA dapat mengetahui masalah dan segera mmeperbaikinya. Pemindahan dilakukan pada bulan Februari. Dalam postingannya, administrator NASA Jared Isaacman mengonfirmasi jendela peluncuran bulan maret harus dilewatkan. Namun dalam postingannya, NASA mengatakan upaya pertahanan jendela peluncuran pada bulan April, tergantung pada data hasil penyelidikan dan upaya perbaikan.

Pada tanggal 19 Februari, NASA kembali menyelesaikan uji coba kedua, memuat lebih dari 750.000 galon oksigen cair dan hydrogen tanpa kebocoran. Sebelumnya, para administrator menyatakan bahwa akan melakukan peluncuran pada tanggal 6 Maret.

Mulanya masalah terjadi pada 21 Februari saat mereka menemukan gangguan aliran helium ke tahap propulsi kriogenik sementara pada roket SLS. Helium digunakan untuk memberi tekanan pada tengki bahan bakar dan mendinginkan sistem roket, sehingga gaungguan ini dinyatakan sebagai masalah serius bagi NASA.

"Sistem tersebut berfungsi selama gladi resik Artemis II, tetapi tim tidak dapat mengalirkan helium dengan benar saat operasi normal dan konfigurasi ulang setelah gladi resik yang berakhir pada 19 Februari," tulis NASA dalam pengumumannya, seperti dikutip dari Engadget, Senin (23/2/2026).
Awak Artemsi II terdiri dari astronaut NASA Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronaut Kanada Jeremy Hansen, sudah melakukan karantina sehari sebelum masalah ini ditemukan. Artemis II menjadi penanda kembalinya manusia ke Bulan setelah lebih dari 50 tahun yang lalu. Namun dalam misi ini, para astronaut akan pergi ke Bulan selama 10 hari dan akan kembali lagi ke Bumi.
Dalam program apollo NASA, 24 astronaut terbang ke Bulan antara tahun 198 dan 1972. Hingga saat ini, program Artemis baru menyelesaikan satu penerbangan tanpa awak pada tahun 2022. Jika misi ini berhasil, NASA berharap kembali untuk dapat meluncurkan astronaut ke Bulan lewat misi Artemis III. NASA memasang target pendaratan ini akan dilakukan pada tahun 2028. (Inna – Mahasiswa UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)


 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.