19 March 2026

Get In Touch

Direktur Antiteror AS Mundur, Sebut Trump Dilobi Israel Perangi Iran

Joe Kent menuduh Israel dan pemilik media menyesatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Iran (UPI Photo)
Joe Kent menuduh Israel dan pemilik media menyesatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Iran (UPI Photo)

JAKARTA (Lentera) -Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional AS (NCTC), Joe Kent, mengundurkan diri dari jabatannya. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait perang di Iran.

Dalam surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Presiden Donald Trump dan diunggah di media sosial X (d/h Twitter), Kent menyatakan tidak dapat mendukung operasi militer tersebut. Ia menilai Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat dan menyebut keterlibatan Washington dipengaruhi tekanan eksternal.

Dia secara terbuka mengkritik serangan AS-Israel terhadap Iran yang menurutnya tidak didasari oleh ancaman nyata

"Jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan pelobi Amerika yang kuat," ulasnya dalam surat pengunduran diri.

Kent menegaskan keputusan perang dinilai tidak sejalan dengan prinsip kebijakan luar negeri yang sebelumnya diusung Trump, khususnya pendekatan America First yang menekankan penghindaran konflik berkepanjangan di luar negeri.

Ia juga menyinggung bahwa pada periode awal pemerintahan Trump, kebijakan militer dinilai lebih terukur, termasuk dalam operasi terhadap tokoh militer Iran Qasem Soleimani serta penanganan kelompok ISIS.

Ia juga mengkritik adanya kampanye disinformasi yang mendorong Amerika Serikat terlibat dalam konflik dengan Iran. Tekanan dari pihak luar, termasuk sekutu, telah membentuk persepsi ancaman yang tidak sepenuhnya akurat.

Dalam surat tersebut, Kent juga mengaitkan situasi saat ini dengan pengalaman masa lalu, termasuk keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Irak yang disebutnya sebagai pelajaran penting agar tidak mengulangi kesalahan serupa.

Dikutip Bisnis, veteran militer yang telah bertugas berulang kali di medan perang, Kent menekankan dampak besar konflik terhadap prajurit dan keluarga mereka. Ia menyatakan tidak dapat mendukung kebijakan yang berpotensi mengorbankan generasi berikutnya dalam perang yang dinilai tidak memberikan manfaat langsung bagi kepentingan nasional (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.