13 March 2026

Get In Touch

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp17,499 Miliar untuk Masyarakat Kabupaten dan Kota Madiun

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikans santunan pada anak yatim dalam program Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 Hijriah di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun, Kamis (12/3/2026).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikans santunan pada anak yatim dalam program Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 Hijriah di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun, Kamis (12/3/2026).

MADIUN (Lentera)  – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus memperkuat bantalan sosial dan ekonomi bagi masyarakat melalui program Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 Hijriah.  Kali ini, Gubernur Khofifah menyalurkan Rp17.499.800.000 terdiri dari Rp1.479.600.000 untuk Kota Madiun dan Rp16.020.200.000 untuk Kabupaten Madiun yang dilaksanakan di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun, Kamis (12/3/2026).

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial menyalurkan berbagai bantuan sosial di Kota Madiun dengan total alokasi mencapai Rp1.479.600.000. Bantuan tersebut meliputi PKH Plus bagi 506 keluarga penerima manfaat senilai Rp1.012.000.000, bantuan kemiskinan ekstrem bagi 108 jiwa sebesar Rp162.000.000, serta bantuan bagi 58 penyandang disabilitas senilai Rp208.800.000.

Terdapat pula bantuan KIP PPKS Jawara bagi satu penerima senilai Rp3.000.000 serta dukungan operasional bagi 40 pilar sosial, termasuk SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana dengan total nilai Rp93.800.000.

Sementara itu, secara keseluruhan, total alokasi bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Madiun mencapai Rp16.020.200.000.

total alokasi bantuan sosial di Kabupaten Madiun mencapai Rp6.457.200.000 yang meliputi PKH Plus bagi 2.112 keluarga senilai Rp4.224.000.000, bantuan kemiskinan ekstrem bagi 556 jiwa sebesar Rp834.000.000, serta bantuan bagi buruh pabrik rokok melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada 214 penerima sebesar Rp214.000.000.

Kemudian disalurkan pula bantuan bagi 194 penyandang disabilitas senilai Rp698.400.000, bantuan KIP PPKS Jawara bagi 12 penerima sebesar Rp36.000.000, serta bantuan permakanan bagi lembaga kesejahteraan sosial untuk 32 penerima senilai Rp146.400.000. Dukungan juga diberikan kepada 141 pilar sosial di Kabupaten Madiun dengan total bantuan sebesar Rp304.400.000.

Di luar bantuan sosial tersebut, Pemprov Jawa Timur juga menyalurkan zakat produktif kepada 50 penerima senilai Rp25.000.000 serta program pemberdayaan desa melalui BUMDes, Desa Berdaya, dan Jatim Puspa dengan total anggaran mencapai Rp838.000.000.

Ada pula dukungan lintas perangkat daerah untuk pembangunan desa dengan total nilai Rp8.700.000.000 yang mencakup sektor pemberdayaan masyarakat dan desa, perindustrian dan perdagangan, perumahan dan kawasan permukiman, infrastruktur jalan, kebudayaan dan pariwisata, hingga sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Dalam penyaluran bansos ini, Gubernur Khofifah didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani, Bupati Madiun Hari Wuryanto, serta Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun F. Bagas Panuntun.  Dia menegaskan bahwa program bantuan sosial yang digelar bertepatan dengan bulan suci Ramadan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

"Bansos ini memang program Pemerintah Provinsi. Dan karena ini bulan Ramadan, maka kita berseiringilah antara Sapa Bansos dengan Amaliyah Ramadan. Harapan kita ini akan menjadi bantalan sosial bagi mereka. Dan untuk masyarakat dengan kemiskinan ekstrem akan menjadi bantalan ekonomi bagi mereka," ujarnya

Bantuan sendiri diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Khofifah. Bantuan tersebut antara lain Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) berupa bantuan tunai Rp3.600.000 per tahun disertai paket sembako.

Selain itu, diserahkan pula bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus kepada 10 penerima, bantuan kemiskinan ekstrem kepada 10 penerima, serta zakat produktif kepada 10 penerima yang juga disertai bantuan sembako.

Dukungan operasional juga diberikan kepada para pilar sosial yang selama ini berperan aktif dalam pelayanan kesejahteraan masyarakat, seperti pendamping PKH Plus, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana). 

Selain itu, diserahkan pula bantuan pemberdayaan desa melalui program Desa Berdaya, Jatim Puspa, serta dukungan penguatan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Tak hanya bantuan sosial, Pemprov Jawa Timur juga menyerahkan dukungan pembangunan infrastruktur berupa 250 drum aspal kepada Pemerintah Kabupaten Madiun. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Khofifah kepada Bupati Madiun sebagai bentuk dukungan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

Khofifah menegaskan bahwa berbagai bantuan yang disalurkan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan, terutama mereka yang tergolong dalam kategori kemiskinan ekstrem.

"Kemiskinan ekstrem adalah mereka yang ada di Desil 1. Clear sebetulnya datanya. Kita juga berikan untuk kelompok lansia kurang mampu dan ini sifatnya charity. Itu mereka menerima Rp2 juta per tahun atau Rp500 ribu per triwulan," jelasnya.

Selain bantuan sosial yang bersifat perlindungan, Pemprov Jawa Timur juga terus mendorong program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui program KIP Jawara yang menyasar perempuan kepala keluarga atau single parent dari kelompok masyarakat desil 1 hingga 4.

"Mereka adalah single parent dan mereka juga masuk pada desil 1 sampai 4. Itulah yang eligible untuk terima program KIP Jawara. Maka, KIP Jawara ini adalah perempuan single parent dan mereka mendapatkan bantuan program Rp3 juta. Dan bisa kita lihat sekarang bagaimana produk-produk yang didisplay di booth pendopo ini adalah produk dari KIP Jawara," jelasnya.

Di akhir, Gubernur Khofifah juga membagikan 30 Al-Qur’an cetakan Madinah yang merupakan hadiah dari Raja Salman kepada masyarakat yang hadir. Selain itu, ia juga menyempatkan diri membagikan bantuan sembako dan tali asih kepada 102 pengemudi becak di sekitar Kantor Bakorwil Madiun.

Pada kesempatan yang sama, bantuan juga diberikan kepada 77 staf Bakorwil Madiun, termasuk tenaga outsourcing, petugas keamanan, serta petugas kebersihan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. (*)

 

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.