10 March 2026

Get In Touch

Bayi 3 Bulan Positif DBD, Dinkes Kota Madiun Fogging di Patihan

Fogging dilakukan di Kelurahan Patihan, Kota Madiun, menyusul temuan dua kasus DBD di satu lingkungan.
Fogging dilakukan di Kelurahan Patihan, Kota Madiun, menyusul temuan dua kasus DBD di satu lingkungan.

MADIUN (Lentera) –  Setelah bayi berusia tiga bulan di Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun positif terjangkit demam berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) melakukan fogging di lingkungan setempat, Selasa (10/3/2026).

Fogging dilakukan setelah ditemukan dua kasus DBD di lokasi yang sama, yakni seorang warga berusia 25 tahun dan bayi berusia tiga bulan.

Petugas Surveilans Puskesmas Ngegong, Ratna Kusumasari mengatakan langkah tersebut diambil setelah penyelidikan epidemiologi menunjukkan adanya keterkaitan kasus di lingkungan tersebut.

“Dalam satu lokasi ditemukan dua kasus DBD, usia dewasa 25 tahun dan bayi tiga bulan. Karena ada riwayat epidemiologi yang saling berhubungan, akhirnya kita lakukan fogging,” kata Ratna.

Menurutnya, kasus DBD pada bayi dengan usia sangat muda tergolong jarang sehingga perlu penanganan cepat untuk mencegah penularan lebih luas.

Meski begitu, Ratna menegaskan fogging bukan langkah utama pencegahan DBD. Cara paling efektif tetap melalui pemberantasan sarang nyamuk dengan menerapkan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air.

Fogging, katanya, hanya dilakukan jika ditemukan lebih dari satu kasus di wilayah yang sama.

“Harapannya nyamuk yang membawa virus dengue bisa mati sehingga rantai penularan dapat diputus,” ujarnya.

Selain fogging, petugas juga membagikan bubuk abate kepada warga untuk digunakan pada tempat penampungan air. Data Dinkes-PPKB Kota Madiun mencatat sepanjang Januari hingga 9 Maret 2026 terdapat 10 kasus DBD.

Sementara itu, Lurah Patihan, Anjasmoro mengatakan pihak kelurahan akan menggerakkan kerja bakti rutin bersama warga, untuk membersihkan lingkungan.

“Kami akan sampaikan kepada ketua RT agar setiap dua minggu sekali mengadakan kerja bakti membersihkan saluran air,” pungkasnya.

 

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo/Editor: Ais 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.