10 March 2026

Get In Touch

Program Desa Mantra, Honor RT dan RW di Jombang Segera Cair

Ilustrasi insentif RT/RW.(istimewa)
Ilustrasi insentif RT/RW.(istimewa)

JOMBANG (Lentera) - Para pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di wilayah Kabupaten Jombang boleh lega, karena insentif atau honor tahunan yang selama ini ditunggu segera dicairkan.

Para ketua RT dan ketua RT mulai hari ini, Selasa (10/3/2026) ada yang sudah mendapatkan undangan untuk tanda tangan pengajuan insentif di balai desa masing-masing.

Di Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, misalnya, pemerintah desa telah mengundang para RT/RW untuk menghadiri kegiatan penandatanganan pengajuan pencairan honor yang digelar di Balai Desa Kepuhkembeng, Selasa(10/3/2026) sore.

Hal ini dibenarkan Baron Kurdianto, salah satu Ketua RW di Desa Kepuhkembeng.

"Ada undangan dari penjabat (pj) kades untuk penandatanganan insentif RT dan RW di balai desa pukul 16.00 sore hari ini," kata Baron, Selasa (10/3/2026).

Ditambahkan, selain penandatanganan insentif atau honor, acara juga dibarengkan sosialisasi sadar hukum, penyerahan santuan anak yatim, dan buka puasa bersama.

Meski demikian, Baron mengaku, belum mengetahui secara pasti berapa nominal yang akan diterima.

“Kami belum tahu. Memang dikatakan ada Rp 5 juta per tahun per RT, tapi itu dialokasikan beberapa kegiatan, bukan cuma honor,” katanya singkat.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Kepuhkembeng, Irfan Ramadhan membenarkan pihaknya mengundang para pengurus RT dan RW. Namun dikatakan, itu belum pencairan, hanya pengajuan untuk pencairan.

"Jadi belum pencairan, tapi dipastikan tak lama lagi bakal cair," kata Irfan.

Dijelaskan, alokasi dana Rp 5 juta tersebut Rp 3,2 juta untuk operasional RT dan selebihnya Rp 1,8 juta untuk insentif dan BPJS Ketenagakerjaan selama setahun.

Untuk diketahui, Pemkab Jombang menetapkan program strategis Rp 5 juta per RT per tahun. Dana ini bukan sekadar honor, tetapi juga menopang berbagai kegiatan pelayanan masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang, Sudiro Setiono menegaskan anggaran tersebut masuk dalam menu Desa Mantra (Mandiri, Aman, Sejahtera).

Dana digunakan untuk pengelolaan sampah, ketahanan pangan, gotong royong, peringatan hari besar nasional maupun Islam, hingga kegiatan ekonomi produktif.

“Selain insentif, dana ini diarahkan untuk mendukung aktivitas pelayanan masyarakat di tingkat RT,” ujarnya.

Sudiro berharap, kebijakan ini memperkuat peran RT sebagai garda terdepan pelayanan desa. Data BPS Jombang Dalam Angka 2025 mencatat, jumlah RT di Kabupaten Jombang mencapai 7.970 RT dan 2.268 RW.

Kecamatan Jombang Kota memiliki RT terbanyak dengan 770 RT, sedangkan Ngusikan paling sedikit dengan 164 RT. Untuk RW, Kecamatan Diwek terbanyak dengan 183 RW, sementara Wonosalam hanya 62 RW.

 

Reporter: Sutono Abdillah/Editor: Ais

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.