MALANG (Lentera) - Dinas Kesehatan Kota (Dinkes) Malang telah melakukan uji sampling terhadap ratusan jajanan yang dijual di pasar takjil selama 23-27 Februari 2026. Dari total 340 sampel makanan dan minuman yang diperiksa di 19 pasar takjil, sebanyak 14 sampel dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) kesehatan.
"Hasilnya secara umum, sebagian besar memenuhi syarat. Hanya sebagian kecil saja yang tidak memenuhi syarat," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, Senin (2/3/2026).
Dirincinya, dari 340 sampel yang diambil, terdapat 101 sampel yang diperiksa secara bakteriologi untuk mendeteksi kandungan Escherichia coli (E. coli). Hasilnya, 91 sampel dinyatakan memenuhi syarat, sedangkan 10 sampel tidak memenuhi syarat.
Selain itu, Dinkes juga melakukan uji kandungan bahan berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam pangan. Dari 73 sampel yang diuji kandungan boraks, seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat. Begitu pula dengan 72 sampel yang diperiksa kandungan formalin, semuanya negatif.
Sementara itu, dari 69 sampel yang diuji kandungan Rhodamin B, ditemukan empat sampel yang tidak memenuhi syarat. Adapun untuk Methanil Yellow, sebanyak 25 sampel diuji dan seluruhnya memenuhi syarat kesehatan.
"Dengan demikian, total terdapat 14 sampel yang dinyatakan tidak memenuhi syarat, terdiri dari 10 sampel positif bakteriologi dan empat sampel mengandung pewarna yang tidak direkomendasikan untuk pangan," katanya.
Husnul menjelaskan, sampel yang tidak memenuhi syarat tersebut dimungkinkan mengandung bahan tambahan yang tidak sesuai ketentuan, seperti pewarna, pemanis, pengenyal, pengawet, maupun cemaran bakteriologis. Namun demikian, ia tidak merinci pasar takjil mana saja yang ditemukan sampel TMS.
"Saya tidak hafal tempatnya. Tapi dari 19 pasar takjil yang kami sampling, hampir 99 persen memenuhi syarat," katanya.
Adapun jenis makanan dan minuman yang diambil sebagai sampel cukup beragam, di antaranya cilok, saus, tape, minuman, serta produk jajanan lainnya yang umum dijual saat Ramadan.
Terkait tindak lanjut, Husnul menyebut pihaknya telah menyampaikan hasil pemeriksaan secara langsung kepada pedagang yang bersangkutan. Petugas lapangan telah mendata identitas serta alamat penjual, sehingga pemberitahuan dilakukan secara personal.
Ia berharap para pedagang dapat melakukan perbaikan dalam proses produksi maupun pemilihan bahan baku, sehingga pada penjualan berikutnya tidak lagi ditemukan kandungan yang melanggar ketentuan kesehatan.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH




.jpg)
