PALANGKA RAYA (Lentera) - Para pedagang takjil di Kota Palangka Raya diingatkan agar selalu menjaga kualitas dan tidak menggunakan bahan berbahaya dalam produk makanan maupun minuman yang dijual selama bulan suci Ramadan.
Sebagaimana ditekankan Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, momen Ramadan seharusnya menjadi kesempatan bagi pelaku usaha kuliner untuk membangun kepercayaan masyarakat. Jadi bukan hanya mengejar keuntungan semata namun dengan mengabaikan aspek kesehatan konsumen.
"Kami mengimbau para pedagang di pasar Ramadan berusaha dengan sepenuh hati, jangan hanya mengejar keuntungan namun tidak memperhatikan kesehatan masyarakat," papar Khemal, Selasa (24/2/2026).
Ia berpendapat, Ramadan adalah momen strategis bagi para pedagang untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas, baik melalui penjualan langsung di pasar Ramadan maupun secara daring.
Khemal melanjutkan, kepercayaan konsumen menjadi kunci keberlanjutan usaha setelah Ramadan berakhir. Karena itu produk yang aman, sehat, dan memiliki cita rasa yang nikmat, akan lebih mudah dikenal dan dicari masyarakat untuk jangka waktu panjang.
"Jika produk yang diperjualbelikan berkualitas, maka akan mendapat kepercayaan masyarakat dan tetap akan mencarinya meskipun bulan Ramadan telah berlalu," ucapnya.
Selain itu ia mengecam adanya praktik penggunaan bahan berbahaya seperti pemanis buatan berlebihan, pengawet ilegal, maupun zat tambahan lain yang berbahaya bagi kesehatan, yang dilakukan hanya demi menekan biaya produksi dan memperoleh keuntungan maksimal.
Lebih lanjut Khemal juga meminta Pemkot Palangka Raya bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, agar rutin melakukan pemeriksaan serta pengawasan terhadap makanan dan minuman yang dijual selama Ramadan.
Langkah ini menurutnya penting guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat membeli dan mengkonsumsi takjil.
Tak hanya kepada pedagang, Khemal juga berpesan kepada masyarakat agar lebih selektif dalam memilih makanan berbuka puasa, baik yang dijual di pasar Ramadan maupun melalui platform online.
Khemal juga meminta masyarakat untuk segera melapor kepada BPOM apabila menemukan produk takjil yang dicurigai menggunakan bahan berbahaya.
"Semoga ibadah puasa masyarakat yang menjalankannya bisa lancar hingga Hari Raya Idulfitri dan tidak ada ada masyarakat yang menjadi korban akibat takjil yang tidak layak konsumsi," tutupnya. (*)
Reporter : Novita
Editor : Lutfiyu Handi




.jpg)
