25 February 2026

Get In Touch

Menu Kering MBG Ramadan Disorot, Pengelola Klaim Tetap Penuhi Angka Kecukupan Gizi

Koordinar Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang, Muhammad Athoillah, Selasa (24/2/2026). (Santi/Lentera)
Koordinar Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang, Muhammad Athoillah, Selasa (24/2/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 2026 menjadi sorotan publik, setelah menu yang dibagikan kepada siswa dikemas dalam bentuk makanan kering.

Sejumlah pihak mempertanyakan, apakah skema tersebut tetap memenuhi standar gizi dan nilai anggaran per porsi.

Menanggapi hal itu, pengelola MBG di Kota Malang mengklaim meski dikemas kering, menu yang disalurkan tetap mengacu pada angka kecukupan gizi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kalau prinsipnya di kami walaupun kemasan, walaupun kering, yang penting angka kecukupan gizinya terpenuhi," ujar Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang, Muhammad Athoillah, Selasa (24/2/2026).

Dijelaskannya, komposisi menu tetap mengacu pada unsur gizi seimbang. Mulai dari kandungan serat, protein nabati, hewani, kalsium, hingga karbohidrat. Menurutnya, pengawas gizi di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tanggung jawab lebih dalam memastikan komponen tersebut benar-benar terpenuhi.

"Mulai dari serat, protein nabati, hewani, kalsium dari susu, kemudian juga karbonya ada. Pengawas gizi harus lebih memperhatikan," tegasnya.

Sorotan lain muncul terkait persepsi bahwa porsi makanan kering dinilai tidak mencapai nilai Rp10 ribu. Athoillah membantah anggapan tersebut dan menyebut adanya mekanisme penyesuaian apabila dalam satu hari nilai menu berada di bawah nominal tersebut.

"Kalau di kami biasanya ketika harganya nggak sampai Rp10.000, itu nanti akan ada penyesuaian lagi di hari berikutnya. Biasanya kami subsidi silang," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan Program MBG tetap berjalan selama Ramadan 2026. Hanya saja, format pembagian disesuaikan menjadi makanan kering agar dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.

Zulhas, sapaan akrabnya, juga menegaskan tidak ada aturan khusus yang diberlakukan untuk menu kering tersebut, selain kewajiban memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan. Setiap SPPG, kata dia, telah dilengkapi tenaga ahli gizi untuk memastikan kualitas menu.

"Enggak ada aturan khusus. Yang penting memenuhi standar gizi. Semua SPPG itu sudah ada ahli gizinya. Porsi makanan kering harus terpenuhi karbohidrat, protein, harus ada seratnya," katanya.

Meski demikian, skema makanan kering ini tidak berlaku untuk semua penerima manfaat. Ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD tetap menerima makanan seperti biasa. Demikian pula siswa non-muslim tetap mendapatkan MBG dalam format reguler.

Di tingkat satuan pendidikan, pelaksanaan MBG Ramadan mulai berjalan. Kepala SMAN 3 Kota Malang, Sasongko, menyampaikan sekolahnya telah menerima distribusi MBG selama dua hari terakhir.

Adapun menu kering yang diterima siswanya selama Ramadan ini antara lain buah, susu, kue, dan keju. Pihak sekolah menyatakan terbuka untuk terus berkoordinasi agar pelaksanaan MBG tetap berjalan optimal, sekaligus memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.


Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.