SURABAYA (Lentera) — DPD Partai Golkar Jawa Timur mulai melakukan konsolidasi basis organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, setelah menuntaskan Musyawarah Daerah (Musda) di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029 mendatang.
Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur, Blegur Prijanggono mengatakan konsolidasi dilanjutkan melalui pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam), Musyawarah Desa (Musdes), dan Musyawarah Kelurahan (Muslur) yang ditargetkan rampung pada pertengahan 2026.
“Target dari DPP bisa selesai pertengahan tahun,” kata Blegur saat dikonfirmasi dari Surabaya, Rabu (04/02/2026).
Pria yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur tersebut menjelaskan, pasca Musda sebagian besar daerah di Jawa Timur telah membentuk kepengurusan dan surat keputusan (SK) kepengurusan juga telah diterbitkan. Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan Muscam, Musdes, dan Muslur secara berjenjang di masing-masing daerah.
Menurut Blegur, Muscam, Musdes, dan Muslur memiliki tujuan yang sama dengan Musda, yakni memilih ketua di masing-masing tingkatan serta membentuk personalia kepengurusan untuk periode mendatang. Konsolidasi organisasi disebut menjadi fokus utama dalam tahapan tersebut.
Blegur menegaskan, pentingnya konsolidasi di tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan. Menurutnya, pengurus di tingkat bawah merupakan ujung tombak partai dalam menghadapi kontestasi elektoral.
Ia menyebut, konsolidasi tersebut diarahkan untuk menyiapkan pemenangan Pemilu 2029. Berkaca pada hasil Pemilu 2024, Partai Golkar Jawa Timur memperoleh 15 kursi di DPRD Jatim dan ratusan kursi di DPRD kabupaten/kota.
“Kepengurusan di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan harus berperan untuk elektoral partai. Jadi target yang pertama adalah minimal mempertahankan dan tentu harus meningkatkan jumlah kursi,” pungkasnya.
Reporter: Pradhita/Editor: Ais





.jpg)
