06 February 2026

Get In Touch

Antisipasi Kondisi Darurat, Seluruh Ambulans Puskesmas di Malang Siaga Saat Mujahadah Kubro

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, Isroqunnajah, Rabu (4/2/2026). (Santi/Lentera)
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, Isroqunnajah, Rabu (4/2/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Seluruh ambulans milik Puskesmas di Kabupaten Malang dipastikan siaga saat pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, 7-8 Februari 2026. Langkah ini disiapkan panitia sebagai bentuk antisipasi kondisi darurat di tengah potensi ratusan ribu jamaah yang mengikuti rangkaian kegiatan.

"Berdasarkan informasi yang kami dapat dari Pak Sekda Kabupaten Malang, nanti seluruh mobil ambulans di semua Puskesmas akan disiagakan, plus dokter-dokternya juga," ujar Ketua PCNU Kota Malang, Isroqunnajah, Rabu (4/2/2026).

Pria yang akrab dengan sapaan Gus Is, ini menegaskan kecepatan respons medis menjadi faktor krusial untuk menjamin keselamatan peserta kegiatan.

Selain itu, menurutnya panitia juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi acara, khususnya di Jalan Kawi. Pada ruas jalan tersebut, satu jalur direncanakan akan dikosongkan untuk memudahkan akses kendaraan darurat.

Dijelaskannya, kebijakan itu mempertimbangkan keberadaan 2 rumah sakit di sepanjang Jalan Kawi, yakni RS Hermina dan RS Melati. Dengan satu jalur yang steril, menurutnya ambulans dapat melintas dengan sistem contraflow apabila dibutuhkan.

Dari sisi rangkaian kegiatan, Mujahadah Kubro akan dimulai pada Sabtu (7/2/2026) pukul 21.00 WIB dengan pembacaan sholawat yang berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 dini hari, Minggu (8/2/2026). Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan khotmil Qur’an selama 1 jam.

Dalam sesi tersebut, panitia menargetkan penyempurnaan hitungan 9.999 bacaan Al-Qur’an. Khusus juz terakhir, yakni juz 30, akan dibaca secara serentak oleh seluruh jamaah yang hadir dengan dipandu para qori.

Usai khotmil Qur’an, Gus Is menyebut, agenda berlanjut dengan pemberian ijazah doa-doa dari para masyayikh. Doa tersebut ditujukan untuk keselamatan jamaah, masyarakat, serta kemaslahatan bangsa.

Memasuki waktu Subuh, jamaah akan melaksanakan salat berjamaah. Setelah itu, kegiatan kembali diisi dengan sholawatan bersama Syubbanul Muslimin.

Rangkaian mujahadah kemudian diisi dengan istighosah atau doa bersama yang menjadi inti kegiatan spiritual dalam peringatan Harlah 1 Abad NU ini.

Menjelang penutupan, panitia menyiapkan seremoni yang diisi sambutan Ketua PWNU, Gubernur Jawa Timur, Presiden Republik Indonesia, serta tausiah singkat. "Estimasi kegiatan selesai sekitar pukul 09.00 WIB," pungkas Gus Is.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.