03 February 2026

Get In Touch

Anggota DPRD : Pertanian Kacang Tanah di Sejumlah Kawasan Terancam Gagal Panen Karena Banjir

PALANGKA RAYA (Lentera) - Sekretaris Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Sumadi, mengatakan lahan pertanian kacang tanah di sejumlah kawasan produktif terancam gagal panen karena rawan terdampak genangan air saat curah hujan tinggi atau akibat luapan sungai. 

Permasalahan banjir masih menjadi kendala utama yang harus dihadapi petani kacang tanah di wilayah Kota Palangka Raya. Kondisi ini tentu menghambat produktivitas pertanian, terutama yang berada di wilayah dataran rendah atau sekitar bantaran sungai.

“Sebagian besar lahan kacang tanah berada di daerah rendah, karena itu ketika hujan deras atau sungai meluap, lahan sangat mudah tergenang yang berisiko merusak tanaman,” papar Sumadi, Rabu (21/1/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan, banjir dapat menyebabkan tanaman kacang tanah tidak tumbuh optimal, yang berujung pada gagal panen. Hal ini akan berdampak langsung terhadap pendapatan dan kesejahteraan para petani.

Selain mengakibatkan menurunnya hasil panen, genangan air yang berlangsung lama juga mempengaruhi kualitas kacang tanah. Tanaman kacang tanah yang terendam berpotensi mengalami pembusukan akar dan serangan penyakit, sehingga hasil panen menjadi sulit bersaing di pasaran.

"Untuk mengatasi permasalahan ini, kami menyarankan dibangunnya kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan pihak terkait guna mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang," tuturnya.

Ada beberapa langkah yang diusulkan, diantaranya perbaikan sistem drainase di lahan pertanian, pembangunan tanggul sederhana, serta pendampingan teknis kepada petani terkait pola tanam yang lebih adaptif terhadap banjir.

tanaman kacang tanah rentan rusak jika terendam banjir
tanaman kacang tanah rentan rusak jika terendam banjir

Sumadi juga menilai perlu dilakukan pemetaan ulang lahan pertanian yang sesuai untuk budidaya kacang tanah, sehingga petani tidak lagi menanam di lokasi yang rawan banjir atau tergenang.

Ia menambahkan, dukungan yang menyeluruh sangat dibutuhkan para petani kacang tanah agar bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

"Kami berharap pemerintah setempat bisa memberikan perlindungan tambahan berupa asuransi pertanian bagi petani kacang tanah, untuk melindungi petani dari kerugian gagal panen akibat bencana alam," pungkasnya. (*)

 

Reporter : Novita
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.