15 January 2026

Get In Touch

Meski Ditolak, Wali Kota Eri Pastikan Relokasi RPH Pegirian Tetap Dilaksanakan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

SURABAYA (Lentera)– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan rencana pemindahan Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke RPH Osowilangun tetap dilaksanakan, meskipun mendapat penolakan dari ratusan jagal. 

Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi kalau relokasi tersebut merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya, yang telah ditetapkan sejak 2016 dan tidak bisa dibatalkan.

Wali Kota Eri menjelaskan, pemindahan RPH Pegirian bukanlah kebijakan mendadak, melainkan program jangka menengah yang seharusnya direalisasikan pada 2019. Namun pelaksanaannya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

“RPH ini sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah Kota Surabaya sejak 2016. Harusnya dijalankan pada 2019, tetapi saat itu terkendala pandemi Covid-19,” kata Eri, Rabu (14/1/2026).

Ia menambahkan, Pemkot Surabaya sebelumnya telah memindahkan RPH babi sebagai tahap awal. Selanjutnya, pemindahan RPH sapi Pegirian menjadi tahapan berikutnya yang akan direalisasikan setelah Lebaran 2026.

“Insyaallah pemindahan RPH ini akan kita lakukan bulan Maret, setelah Lebaran atau setelah Ramadan. Kami sudah melakukan diskusi dan komunikasi, tetap tidak bisa dibatalkan karena ini bagian dari RPJMD Kota Surabaya,” tambahnya.

Menurut Eri, alasan utama relokasi RPH Pegirian adalah untuk mendukung penataan kawasan wisata religi Sunan Ampel. Lahan eks-RPH nantinya akan difungsikan sebagai area parkir terintegrasi serta sentra UMKM.

“Kawasan itu akan kita jadikan tempat parkir agar tidak ada lagi parkir di badan jalan. Konsepnya terintegrasi dan ini sudah direncanakan sejak 2016,” paparnya.

Eri menjelaskan, penataan kawasan Ampel, bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keamanan para peziarah. Selama ini, kawasan Sunan Ampel dinilai belum tertata optimal, khususnya dari sisi parkir dan aktivitas pendukung wisata religi.

“Kita ingin orang berziarah nyaman, aman, parkirnya tertib, mencari makanan juga enak. Penataan kawasan Ampel ini harus berjalan,” jelasnya. 

Meski mendapat penolakan, Eri menegaskan relokasi tetap dilaksanakan. “Mohon maaf, kalau diminta untuk dibatalkan, tidak. RPH Pegirian pasti akan berpindah,” tegasnya.

Eri memastikan, Pemkot Surabaya tetap memperhatikan keberlangsungan usaha para jagal setelah relokasi. Pemkot, kata dia, siap memenuhi kebutuhan pendukung di lokasi RPH baru.

“Kalau nanti di sana masih ada kekurangan, apa yang dibutuhkan teman-teman jagal, insyaallah akan kita penuhi,” tutupnya.

Seperti diketahui, rencana pemindahan RPH Pegiirian mendapat penolakan dari para mitra jagal yang melakukan aksi di depan DPRD Kota Surabaya dan Balau Kota, pada Senin (12/1/2026). Bahkan pada hari ini, ema-emak keluarga dari mitra jagal mendatangi Gedung DPRD Surabaya dan menggeruduk ruang Ketua DPRD.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.