21 May 2026

Get In Touch

Takut Disadap, Delegasi AS Buang Semua Barang Pemberian China Sebelum Naik Air Force One

Anggota delegasi AS diduga membuang seluruh barang yang diberikan oleh tuan rumah China, sebelum menaiki Air Force One. (foto:ist/Tribunnews.com) 
Anggota delegasi AS diduga membuang seluruh barang yang diberikan oleh tuan rumah China, sebelum menaiki Air Force One. (foto:ist/Tribunnews.com) 

BEIJING (Lentera) - Delegasi Amerika Serikat (AS) diduga membuang semua barang pemberian tuan rumah China, usai pertemuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan Presiden China, Xi Jinping di Beijing, Kamis (15/5/2026).

Sebelum menaiki pesawat kepresidenan Air Force One untuk kembali ke Washington, dengan alasan keamanan dan ektivitas intelijen atau penyadapan.

Di balik pernyataan hangat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengenai keberhasilan pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping di Beijing, laporan terbaru justru memperlihatkan masih kuatnya rasa saling curiga antara dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu.

Trump sebelumnya menggambarkan, dialog dengan Xi Jinping sebagai pembicaraan yang “sangat sukses” dan “tak terlupakan”.

Namun, sejumlah laporan media internasional mengutip Tribunnews.com, Sabtu (16/5/2026) menyebut, anggota delegasi Amerika Serikat yang mendampingi Trump justru mengambil langkah ekstrem setelah kunjungan tersebut berakhir.

Menurut laporan Clash Report dan sejumlah media lain, para anggota delegasi AS diduga membuang seluruh barang yang diberikan oleh tuan rumah China, sebelum menaiki Air Force One untuk kembali ke Washington.

Barang-barang itu disebut mencakup lencana peringatan, pin kerah, hadiah suvenir, hingga telepon seluler sekali pakai yang digunakan selama kunjungan berlangsung.

Langkah tersebut dinilai sebagai simbol nyata dari ketidakpercayaan mendalam Washington terhadap Beijing, terutama terkait isu keamanan siber dan potensi aktivitas intelijen.

Laporan media menyebut, delegasi AS secara sengaja tidak membawa perangkat elektronik pribadi selama berada di China.

Sebagai gantinya, mereka hanya menggunakan telepon sementara atau burner phone untuk komunikasi selama perjalanan diplomatik tersebut.

Kebijakan itu dilakukan sebagai tindakan pencegahan, terhadap kemungkinan pengawasan elektronik maupun pengumpulan data oleh pihak China.

Kekhawatiran Washington terhadap kemampuan intelijen Beijing selama ini, memang menjadi salah satu isu paling sensitif dalam hubungan kedua negara. Tidak hanya perangkat elektronik, bahkan barang-barang suvenir yang diberikan oleh tuan rumah China disebut ikut dibuang sebelum rombongan kepresidenan meninggalkan Beijing.

Langkah itu memperlihatkan bahwa di tengah upaya diplomasi dan pernyataan publik yang terdengar hangat, rivalitas strategis antara AS dan China masih sangat kuat.

Hubungan Washington dan Beijing dalam beberapa tahun terakhir terus dibayangi persaingan di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, teknologi, keamanan siber, hingga pengaruh geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.

Amerika Serikat berulang kali menuding, China melakukan praktik spionase siber dan pengumpulan data melalui berbagai perangkat teknologi.

Di sisi lain, China juga kerap menuduh Washington membesar-besarkan ancaman keamanan demi menekan perkembangan teknologi dan pengaruh global Beijing.

Karena itu, meskipun pertemuan Trump dan Xi Jinping disebut berlangsung positif, insiden dugaan pembuangan hadiah tersebut memperlihatkan bahwa hubungan kedua negara masih dipenuhi rasa curiga dan kehati-hatian tingkat tinggi.

“Washington khawatir terhadap potensi pengawasan dan pengumpulan intelijen melalui perangkat elektronik maupun barang pemberian,” demikian isi laporan media yang mengungkap praktik tersebut.

Peristiwa ini pun menjadi gambaran kontras, hubungan AS-China saat ini. Di satu sisi, kedua negara tetap membuka ruang dialog diplomatik. Namun di sisi lain, rasa saling tidak percaya masih menjadi fondasi yang sulit dihilangkan dari hubungan dua kekuatan global tersebut.


 

Editor: Arief Sukaputra

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.