21 May 2026

Get In Touch

Rusia Pulangkan 528 Jenazah Tentara Ukraina

Ilustrasi: Tentara Rusia membawa kantong jenazah. (NBC)
Ilustrasi: Tentara Rusia membawa kantong jenazah. (NBC)

JAKARTA (Lentera) - Ukraina kembali menerima ratusan jenazah tentaranya yang gugur dalam perang melawan Rusia. Sebanyak 528 jenazah dipulangkan oleh Rusia dalam proses repatriasi yang diumumkan Markas Koordinasi Ukraina untuk Penanganan Tahanan Perang, Sabtu (16/5/2026).

"Penyidik penegak hukum bersama ahli forensik akan melakukan identifikasi terhadap para korban," demikian pernyataan resmi Otoritas Ukraina yang diunggah melalui akun Facebook resmi lembaga tersebut, mengutip Antara, Sabtu (16/5/2026).

Proses identifikasi diperkirakan membutuhkan waktu karena banyak jenazah berada dalam kondisi yang memerlukan pemeriksaan forensik mendalam sebelum dapat dipastikan identitasnya dan diserahkan kepada keluarga.

Pemulangan ratusan jenazah ini menambah panjang daftar korban jiwa dalam perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak Februari 2022 dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.

Sehari sebelumnya, Jumat (15/5/2026), kantor berita Rusia, TASS, melaporkan kedua negara melakukan pertukaran jenazah tentara yang gugur. Dalam laporan tersebut disebutkan Rusia menyerahkan 526 jenazah kepada Ukraina dan menerima 41 jenazah tentaranya.

Meski demikian, hingga Sabtu, pemerintah Rusia belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi angka tersebut.

Pertukaran jenazah antara kedua negara bukan kali pertama dilakukan. Pada April 2026, Rusia mengumumkan telah menyerahkan 1.000 jenazah tentara Ukraina, sementara Kyiv mengembalikan 41 jenazah tentara Rusia.

Pemerintah Ukraina saat itu membenarkan telah menerima 1.000 jenazah, namun tidak mengungkap secara rinci jumlah jenazah yang diserahkan kepada pihak Rusia.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia pada 2 Februari 2026 menyatakan bahwa sejak Juni 2025, Moskow telah menyerahkan lebih dari 12.000 jenazah tentara Ukraina.

Dalam periode yang sama, Rusia menyebut telah menerima lebih dari 200 jenazah prajuritnya dari pihak Ukraina.

Kementerian tersebut juga mengungkapkan 17 putaran pertukaran tawanan perang dan tahanan antara Rusia dan Ukraina, yang dimediasi Uni Emirat Arab sepanjang 2024 hingga 2025, telah menghasilkan pembebasan lebih dari 4.000 orang.

Editor: Santi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.