13 May 2026

Get In Touch

Warna Rambut Brunette Paling Digandrungi, Ini Hasil Risetnya

Warna Rambut Brunette Paling Digandrungi, Ini Hasil Risetnya

SURABAYA ( LENTERA ) - Dalam dunia estetika, rambut sering kali dianggap sebagai bingkai utama wajah yang mampu mengubah total persepsi seseorang terhadap lawan bicaranya. Namun, di balik tren warna rambut yang silih berganti setiap musim, sebuah riset ilmiah justru menemukan adanya pola ketertarikan yang bersifat konsisten dan universal.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Florida Scientist oleh para peneliti dari University of Tampa mencoba membedah rahasia di balik helai-helai rambut tersebut.

Penelitian ini tidak dilakukan secara sederhana. Para peneliti melibatkan lebih dari 1.900 responden untuk menilai preferensi mereka terhadap berbagai spektrum warna rambut. Hasilnya memberikan gambaran menarik: bahwa daya tarik bukan sekadar soal selera pribadi yang acak, melainkan ada kecenderungan psikologis yang kuat terkait warna-warna tertentu.

Identik dengan Kecerdasan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rambut brunette atau cokelat gelap menempati posisi teratas sebagai warna rambut paling menarik di mata pria maupun wanita.

Dalam sebuah eksperimen yang terkontrol, peneliti memperlihatkan foto orang yang sama namun dengan variasi warna rambut yang diubah secara digital. Tujuannya adalah memastikan bahwa penilaian murni didasarkan pada warna, bukan bentuk wajah atau fitur fisik lainnya.

Data yang dihasilkan sangat signifikan. Sebanyak 67 persen pria memilih wanita dengan rambut brunette sebagai yang paling menarik. Angka ini semakin diperkuat oleh persepsi kaum hawa, di mana sebanyak 71 persen wanita juga menjatuhkan pilihan pada pria dengan warna rambut serupa.

“Baik pria maupun wanita memandang individu dengan rambut brunette lebih menarik dibandingkan warna rambut lainnya,” ujar peneliti, sebagaimana dikutip dari Best Life.

Temuan ini membuktikan bahwa persepsi daya tarik manusia tidak hanya dipengaruhi oleh gaya atau riasan, tetapi juga oleh warna rambut yang dikenakan.

Menariknya, analisis lebih dalam mengungkap bahwa alasan di balik populernya warna cokelat gelap ini berkaitan erat dengan karakter positif. Jurnal tersebut mencatat bahwa warna brunette pada perempuan sering kali dikaitkan dengan atribut kepribadian seperti kecerdasan, kemandirian, kompetensi, dan sifat yang tidak bergantung pada orang lain.

Si Pirang Klasik

Bergeser dari dominasi cokelat gelap, warna rambut pirang atau blonde menempati posisi kedua. Meski sering diasosiasikan dengan standar kecantikan klasik atau tampilan yang mencolok di media populer, warna ini ternyata tidak sekuat brunette dalam memikat responden secara luas.

Dalam studi tersebut, tercatat sekitar 27 persen pria memilih wanita berambut pirang sebagai yang paling menarik, sementara hanya 23 persen wanita yang memiliki preferensi serupa terhadap pria pirang. Meskipun warna pirang mampu memberikan kesan standout atau menonjol, para peneliti melihat bahwa preferensi masyarakat cenderung lebih mengarah pada tampilan yang dirasa lebih umum atau familiar di mata mereka.

Pirang tetap menjadi pilihan populer bagi mereka yang ingin tampil berbeda, namun secara statistik, ia belum mampu mengungguli daya tarik natural yang ditawarkan oleh warna cokelat gelap.

Anomali Rambut Merah

Di sisi lain spektrum, rambut merah muncul sebagai warna yang paling kurang diminati oleh para responden. Data menunjukkan hanya sekitar 6 persen pria dan 6 persen wanita yang menganggap warna ini sebagai yang paling menarik.

Peneliti memberikan penjelasan logis terkait hal ini. Rambut merah merupakan warna yang paling jarang ditemukan dalam populasi manusia secara global, sehingga sering kali dianggap asing dalam preferensi mayoritas.

Namun, ada fakta unik yang terselip dalam analisis data, walaupun hanya sekitar 3 persen populasi dalam studi tersebut yang memiliki rambut merah alami, tingkat preferensinya justru mencapai 6 persen--alias dua kali lipat dari jumlah populasinya. Ini menunjukkan bahwa meskipun tidak populer secara massal, rambut merah tetap memiliki daya tarik tersendiri yang unik di mata kelompok tertentu.

Salah satu temuan yang paling melegakan bagi para pegiat kecantikan adalah kenyataan bahwa responden dalam penelitian ini tidak membedakan antara rambut brunette alami maupun hasil pewarnaan (hair coloring).

Hal ini membuka ruang bagi siapa saja yang ingin mengubah impresi diri atau meningkatkan rasa percaya diri melalui transformasi warna rambut.

Pada akhirnya, studi ini menegaskan bahwa daya tarik adalah perpaduan antara aspek visual dan impresi kepribadian yang muncul darinya. Seseorang tidak hanya dinilai dari apa yang terlihat secara fisik, tetapi juga dari pesan-pesan non-verbal yang disampaikan oleh pilihan penampilan mereka, termasuk warna rambut yang mereka banggakan. (ist/dya)
 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.