09 May 2026

Get In Touch

Nenek Penggiling Bumbu Hidupi Tiga Cucu di Kandat Kediri, Mas Dhito Berikan Bantuan Usaha dan Perbaiki Rumah

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana saat berkunjung ke rumah Nenek Sholikah di Kandat, Kediri, Kamis (7/5/2026).
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana saat berkunjung ke rumah Nenek Sholikah di Kandat, Kediri, Kamis (7/5/2026).

KEDIRI (Lentera) - Perasaan siapa yang tak iba melihat nasib tiga bersaudara yang tinggal di Jalan Kembang Kuning, Dusun Kandat, Desa Kandat, Kecamatan Kandat. Di usianya yang masih belia, mereka tumbuh dalam pengasuhan kakek nenek dari sang ibu yang telah meninggal 1 bulan lalu. 

Si Sulung, Arvino yang berusia 7 tahun duduk di kelas 1 Sekolah Dasar, sedang adik kembarnya Arcelio dan Arsenio baru berusia 2 tahun 4 bulan. Segala kebutuhan dipenuhi dari usaha kecil nenek mereka, meski dengan hasil yang pas-pasan.

Kabar mengenai tiga bocah ini pun sampai ke Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana yang biasa dispaa Mas Dhito langsung, mengunjungi ketiganya dan bertemu kakek nenek yang setiap hari mengasuh, Kamis (7/5) siang. 

Sholikah,50, sang nenek menceritakan bahwa ibu ketiga cucunya meninggal April lalu karena sakit. Sedang ayahnya, disebut lari dari tanggung jawab, bahkan seakan tidak ada kabar. 

"Ke sini datang pas istrinya tidak ada (meninggal) tapi tidak ngomong ke saya sama sekali anaknya bagaimana," ungkapnya.

Untuk biaya hidup keseharian, termasuk biaya membeli pampers dan susu formula cucu kembarnya, Sholikah memiliki usaha kecil penggilingan bumbu, kopi dan kelapa. Dari usaha itu, kalau lagi ramai biasanya dia mendapat hasil Rp20 ribu.

Selain usaha penggilingan, kadang kala dia juga mendapat tambahan ketika ada pesanan makanan madumongso dan sambal pecel. Untuk membuat makanan madumongso ataupun sambel pecel pesanan itu, Sholikah dibantu suaminya, Putut Sri Harmisworo,56. 

Meski dengan hasil pas-pasan, mereka tetap bersyukur. Beruntung keluarga mereka juga menjadi salah satu penerima program bantuan dari pemerintah. 

"Pokoknya ada saja rezeki, nggak tau dari mana InsyaAllah saya bisa, buat beli susu, pampers, kalau minta makanan saya siapin pokoknya semampu saya," ucapnya.

Dari cerita yang didengar saat mengobrol dan melihat kondisi rumah yang ditempati, Mas Dhito pun menyampaikan akan membantu kebutuhan yang diperlukan Sholikah termasuk untuk ketiga cucunya.

Mas Dhito terus menguatkan Sholikah yang terlihat menangis, tak kuasa menahan air mata melihat nasib ketiga cucunya yang masih kecil-kecil.

"Apa yang ibu jalani pasti tidak mudah. Ibu harus kuat," kata Mas Dhito menguatkan semangat Sholikah.

Menurut Mas Dhito untuk si sulung Arvino yang saat ini kelas 1 SD, kemungkinan nantinya akan dimasukkan ke Sekolah Rakyat (SR). Tak kalah penting, orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu bakal memberikan bantuan untuk mendukung usaha Sholikah.

Bantuan selain peralatan, termasuk pula pelatihan bagaimana mengelola manajemen keuangan. Dengan begitu, keluarga ini nantinya diharapkan bisa mendapatkan penghasilan yang lebih untuk mencukupi kebutuhan hidup.

"Rumahnya tadi beberapa bagian ada yang masih bolong, kasihan kalau hujan angin pasti masuk ke dalam. Rumahnya akan kita perbaiki juga," pungkas Mas Dhito.

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.