GRESIK (Lentera) - Ernesto Gomez menjadi bintang lapangan, ketika Persik Kediri mengalahkan Arema FC 3-2 pada pertandingan Super League pekan ke-31, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Minggu (3/5/2026) sore.
Ernesto mencetak dua dari ketiga gol tuan rumah, sedangkan satu gol lainnya dilesakkan Telmo Castanheira. Arema FC mencetak gol pada menit-menit terakhir, dari Dalberto dan Walisson Maia.
Kedua tim bermain sabar pada babak pertama, tapi Persik lebih efektif dalam memanfaatkan peluang melansir Antara, Minggu (3/5/2026).
Macan Putih membuka skor pada menit ke-8, dari sepakan Ernesto Gomez setelah menerima umpan matang dari Jose Enrique Rodriguez yang gagal dimentahkan kiper Arema Lucas Henrique.
Persik kemudian menciptakan sejumlah peluang berbahaya, termasuk sundulan Jose Enrique pada menit ke-16 dan tendangan bebas Adrian Nicolas Luna yang membentur mistar gawang. Arema balik mengancam dari Gustavo Franca dan Dalberto.
Persik menggandakan keunggulan pada menit ke-28, lewat Telmo Castanheira setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang tim tamu.
Menjelang turun minum, Ernesto Gomez kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-47, melalui aksi individual yang berujung sepakan yang gagal dibendung Lucas Henrique.
Arema FC tampil lebih agresif pada babak kedua. Salim Tuharea dan Farizi menciptakan peluang emas, tetapi penampilan solid kiper Persik, Leonardo Navacchio menggagalkan upaya mereka.
Arema FC baru bisa memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86, dari sontekan Dalberto setelah menerima umpan dari Salim Tuharea.
Walisson Maia membawa Arema menyusul 2-3 pada menit ke-90+5 setelah memanfaatkan bola mati, tapi tak mampu menghindarkan timnya dari kekalahan
Kemenangan ini tak mengubah posisi Persik di peringkat ke-12 dalam klasemen Liga Super dengan 36 poin, sedangkan Arema FC turun ke peringkat ke-11 dengan 39 poin.
Selanjutnya Persik akan menghadapi Semen Padang FC di Stadion H. Agus Salim, pada Jumat (8/5/2026) malam pekan depan pukul 15.30 WIB. Sedangkan Arema, akan menjamu PSM di Stadion Kanjuruhan sehari kemudian.
Editor: Arief Sukaputra




.jpg)
