03 May 2026

Get In Touch

Bupati Sidoarjo Tinjau RTLH dan Salurkan Beragam Bantuan

Bupati H. Subandi memberikan perhatian khusus kepada Ananda Muhammad Abinara Alfarizqi yang menerima bantuan kursi roda. Penyerahan bantuan ini berlangsung dalam kunjungan kerja Bupati di Kecamatan Tarik, bersamaan dengan peninjauan rumah tidak layak huni
Bupati H. Subandi memberikan perhatian khusus kepada Ananda Muhammad Abinara Alfarizqi yang menerima bantuan kursi roda. Penyerahan bantuan ini berlangsung dalam kunjungan kerja Bupati di Kecamatan Tarik, bersamaan dengan peninjauan rumah tidak layak huni

SIDOARJO (Lentera) -Usai memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah di Alun-alun Sidoarjo, Bupati H. Subandi, S.H., M.Kn.meninjau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta menyerahkan bantuan kursi roda bagi lansia dan warga yang mengalami gangguan kesehatan. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) ini dilakukan bersama Kepala Dinas Sosial dan Camat Tarik.

Peninjauan agenda rutin yang dijalankan setiap akhir pekan, kunjungan kerja ini juga disertai penyerahan bantuan sosial berupa kebutuhan pokok kepada warga yang memerlukan dukungan dan perhatian khusus.

“Langkah ini merupakan wujud nyata Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk memberikan perhatian penuh kepada masyarakat yang kurang beruntung. Mulai dari warga yang menempati hunian tidak layak, hingga mereka yang membutuhkan alat bantu bergerak seperti kursi roda, semua menjadi fokus kami agar dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi pihak yang membutuhkan,” ujar Bupati Subandi.

Pada kesempatan itu, ia juga memerintahkan Dinas Kesehatan melalui jajaran Puskesmas untuk rutin melakukan kunjungan serta pendampingan kesehatan bagi warga yang sakit, baik lansia maupun anak-anak.

Beberapa kasus yang disorot dan menjadi perhatian khusus antara lain Ananda Aiswa Maula Sholima (8 tahun) yang mengalami kelumpuhan, Ananda Muhammad Abinara Alfarizqi (2,5 tahun) yang menderita hidrosefalus sejak lahir, serta Ibu Waginten (70 tahun), seorang lansia yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.

Saat meninjau Rumah Tidak Layak Huni, Bupati menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melihat kondisi nyata tempat tinggal warga yang belum memenuhi standar kelayakan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh bantuan yang disiapkan benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh pihak yang paling berhak.

Sebagai contoh, terlihat keadaan rumah milik Bapak Abdul Kholik (64 tahun) yang tinggal bersama empat anaknya, dengan dinding dari anyaman bambu yang sudah rapuh dan lapuk. Demikian pula dengan Bapak Suwondo (56 tahun), seorang petani yang hidup sendirian. Kedua warga ini dinilai sangat layak dan membutuhkan bantuan perbaikan tempat tinggal.

Reporter: Teguh|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.