TRENGGALEK (Lentera) - Pemerintah menambah alokasi anggaran pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek sebesar Rp600 miliar, untuk mempercepat penyelesaian proyek yang dimulai sejak 2021 tersebut.
Sehingga total nilai proyek strategis nasional (PSN) tersebut, meningkat menjadi sekitar Rp2,7 triliun dari sebelumnya Rp2,1 triliun.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Senna Ananggadipa Adhitama mengatakan penambahan anggaran tersebut diperlukan, untuk mempercepat penyelesaian proyek yang telah berjalan sejak 2021.
“Secara total sebelumnya sekitar Rp2,1 triliun, kemudian ada penambahan kurang lebih Rp600 miliar,” ujarnya mengutip Antara, Jumat (1/5/2026).
Ia memastikan, pembangunan bendungan tetap berlanjut dengan progres fisik saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Pemerintah juga membuka peluang percepatan penyelesaian dari target awal 2029, apabila dukungan anggaran dan teknis memungkinkan.
Menurutnya, fokus pengerjaan saat ini berada pada struktur utama bendungan (main dam) dan pelimpah (spillway). Hingga kini, serapan anggaran dari pagu awal telah mencapai sekitar 80 persen.
Senna menjelaskan, kendala utama proyek terjadi pada tahap awal, terutama terkait pembebasan lahan yang sempat menghambat pekerjaan sejak kontrak ditandatangani pada 2018 dan baru efektif berjalan pada 2021–2022.
“Untuk lahan saat ini tinggal sekitar 2 persen, terutama pada tanah kas desa dan lahan wakaf yang masih dalam proses,” katanya.
Selain faktor lahan, keterbatasan anggaran pada periode sebelumnya juga sempat mempengaruhi laju pembangunan. Namun, ia menegaskan, secara teknis tidak terdapat kendala signifikan, termasuk pada kondisi longsoran yang terjadi di area tertentu.
“Longsoran itu karena karakter tanah, tetapi bukan kendala utama karena tidak berdampak pada struktur utama bendungan,” imbuhnya.
Bendungan Bagong dirancang memiliki kapasitas tampung sekitar 17 juta meter kubik, dengan luas genangan mencapai 200 hektare. Infrastruktur ini diharapkan mendukung ketahanan air dan pertanian di wilayah Trenggalek dan sekitarnya.
Dengan tambahan anggaran tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan Bendungan Bagong dapat diselesaikan lebih cepat dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Editor: Arief Sukaputra





.jpg)
