29 April 2026

Get In Touch

Pengukuhan Pramuka Garuda di Surabaya Momen Hidupkan Minat Generasi Muda

Pengamat nilai pengukuhan Pramuka Garuda di Surabaya jadi upaya hidupkan kembali minat generasi muda
Pengamat nilai pengukuhan Pramuka Garuda di Surabaya jadi upaya hidupkan kembali minat generasi muda

SURABAYA (Lentera)– Pengukuhan Anggota Pramuka Garuda dalam skala besar di Kota Surabaya menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap kegiatan kepanduan yang belakangan mulai ditinggalkan.

Hal itu diungkapkan oleh Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Sosiolog Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Andri Arianto. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai positif dan patut diapresiasi, terlebih jika mampu mendorong keterlibatan generasi muda secara lebih luas.

“Rencana pengukuhan anggota Pramuka Garuda dalam sebuah perhelatan akbar yang diproyeksikan memecahkan Rekor MURI ini layak diapresiasi,” ujar Andri dikutip Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, mulai dari kemandirian, kepemimpinan, disiplin, hingga semangat cinta tanah air. Namun, ia mengakui bahwa saat ini minat pelajar terhadap kegiatan tersebut cenderung menurun.

“Sekarang terlihat ada penurunan antusiasme siswa. Kegiatan Pramuka dianggap kurang relevan di tengah kehidupan yang serba digital, bahkan terkesan kaku dan terjebak romantisme masa lalu,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah survei pada 2026 menunjukkan mayoritas generasi Z lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial dan internet, bahkan lebih dari enam jam per hari. 

Sementara itu, sebagian siswa mengikuti Pramuka hanya karena kewajiban sekolah.

Di tengah kondisi tersebut, Andri mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menilai negatif rencana kegiatan pengukuhan, termasuk isu yang mengaitkannya dengan dugaan pungutan liar.

“Isu yang mencurigai kegiatan ini sebagai kedok pungli lebih mencerminkan cara pandang pesimistis yang hanya melihat potensi negatif, bukan peluang positif yang bisa dihasilkan,” tegasnya.

Ia mengajak publik untuk melihat kegiatan tersebut sebagai langkah awal menjaga eksistensi Pramuka di kalangan generasi muda.

“Ini harus dipandang sebagai bentuk keseriusan agar Pramuka tidak benar-benar ditinggalkan oleh generasi muda,” imbuhnya.

Selain itu, Andri menjelaskan pendanaan kegiatan Pramuka tidak hanya bergantung pada pemerintah. Pemerintah berperan sebagai pembina dan fasilitator, sementara sumber pendanaan juga berasal dari iuran anggota, donasi masyarakat, kegiatan kewirausahaan, hingga penggalangan dana.

“Pendanaan Pramuka bersifat multisumber, menggabungkan dukungan negara dengan kemandirian organisasi,” pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.