SURABAYA (Lentera) - DPRD Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen, menyusul masih minimnya representasi perempuan, khususnya dari wilayah Madura.
Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf, mengakui bahwa saat ini hanya terdapat satu perwakilan perempuan dari daerah pemilihan Madura di lembaganya. "Memang saat ini baru ada satu perwakilan perempuan dari Madura di DPRD Jatim," ungkap Musyafak, Selasa (28/4/2026).
Menurut Politisi PKB tersebut, rendahnya keterwakilan perempuan tidak lepas dari kualitas ekosistem penyelenggaraan pemilu. Ia menekankan pentingnya sistem yang akuntabel, berintegritas, dan transparan untuk membuka peluang bagi munculnya tokoh perempuan.
"Madura masih sangat membutuhkan pranata penyelenggara pemilu yang akuntabel, berintegritas, dan sekaligus transparan," ujarnya.
DPRD Jatim juga membuka ruang penguatan regulasi guna mendorong partisipasi perempuan, termasuk melalui rencana pembentukan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur penguatan peran perempuan di berbagai sektor.
"Perda ini diharapkan bisa memastikan perempuan memiliki ruang untuk mengisi berbagai kegiatan politik, sosial, dan perekonomian, khususnya di wilayah Madura, termasuk dalam hal keterwakilan di legislatif," pungkasnya.
Reporter: Pradhita/Editor: Santi





.jpg)
