MALANG (Lentera) - Universitas Brawijaya (UB) masuk dalam klaster 601-800 Asia, dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2026. Hal tersebut menjadi penanda UB tetap berada dalam peta persaingan ketat perguruan tinggi di kawasan Asia.
"Masuknya UB dalam THE Asia University Rankings 2026 menunjukkan UB terus hadir dalam peta kompetisi pendidikan tinggi Asia. Ini bukan hanya soal peringkat, tetapi instrumen refleksi untuk memperkuat kualitas akademik, riset, kolaborasi internasional, dan kontribusi bagi masyarakat," ujar Kepala UPT Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan, Senin (27/4/2026).
Ditegaskannya, kompetisi dalam pemeringkatan THE Asia sangat ketat karena melibatkan universitas dengan kekuatan riset tinggi dari berbagai negara. Dominasi kampus-kampus dari China, Singapura, hingga Jepang menjadi bukti bahwa kualitas riset dan publikasi masih menjadi penentu utama.
Di tengah persaingan tersebut, UB dinilai memiliki modal kuat pada aspek International Outlook dan Industry. Kedua indikator ini menjadi salah satu penopang penting dalam memperkuat reputasi global kampus.
Upaya internasionalisasi UB terus diperluas melalui berbagai program, mulai dari kerja sama akademik, visiting professor, mobilitas mahasiswa, riset kolaboratif, hingga publikasi bersama.
Selain itu, pengembangan program double degree dan joint degree juga menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing global lulusan.
Pada sisi lain, kolaborasi dengan industri turut didorong melalui riset terapan, inovasi, hilirisasi, serta pengembangan paten.
"Kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga pemerintah menjadi langkah konkret untuk memastikan hasil riset tidak berhenti di ranah akademik, tetapi berdampak langsung bagi masyarakat," kata Hendrix.
Meski demikian, hasil pemeringkatan THE Asia 2026 juga menjadi catatan penting bagi UB, terutama dalam penguatan ekosistem riset. Dengan bobot besar pada indikator Research Environment dan Research Quality, peningkatan kualitas publikasi ilmiah menjadi agenda strategis yang tidak bisa ditunda.
Data menunjukkan tren positif. Publikasi UB di jurnal bereputasi tinggi, khususnya Q1 dan Q2, meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Dari sekitar 300 publikasi pada 2020, angka tersebut melonjak menjadi sekitar 1.500 publikasi pada 2025.
Selain itu, UB juga menaruh perhatian pada penguatan tata kelola data pemeringkatan. Dokumentasi capaian institusi yang akurat dan terukur menjadi aspek krusial dalam sistem penilaian internasional.
"UB memiliki modal besar, mulai dari dosen, mahasiswa, jejaring alumni, pusat riset, hingga kerja sama internasional. Tantangannya adalah mengonsolidasikan seluruh potensi tersebut agar semakin terlihat dalam indikator reputasi global," tambah Hendrix.
Secara umum, THE Asia University Rankings 2026 menilai 929 universitas dari 36 negara dan wilayah di Asia. Pemeringkatan ini menggunakan 18 indikator kinerja yang terbagi dalam lima pilar utama, yakni Teaching (24,5 persen), Research Environment (28 persen), Research Quality (30 persen), International Outlook (7,5 persen), dan Industry (10 persen).
Di tingkat Asia, posisi teratas masih didominasi universitas dengan kekuatan riset besar. Tsinghua University menempati peringkat pertama, disusul Peking University dan National University of Singapore.
Sementara di Indonesia, Universitas Indonesia (UI) menjadi yang tertinggi dengan klaster 201-250 Asia. Disusul Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Sebelas Maret di klaster 351-400.
Adapun UB berada di klaster 601-800 bersama sejumlah perguruan tinggi nasional lainnya seperti Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Negeri Malang.
Berdasarkan indikator penilaian, UB mencatat skor keseluruhan pada rentang 23,3-30,8. Pada aspek Teaching, UB meraih skor 29,3. Sementara Research Environment berada di angka 15,8, yang menunjukkan perlunya penguatan ekosistem riset.
Untuk Research Quality, UB mencatat skor 29,6, mencerminkan dampak sitasi dan kualitas publikasi ilmiah. Adapun pada aspek Industry, UB memperoleh skor 36,2, dan International Outlook 43,8, yang menjadi salah satu kekuatan utama dalam pemeringkatan ini.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Santi





.jpg)
