20 April 2026

Get In Touch

DPRD Jatim Ingatkan Pengendalian Distribusi BBM Subsidi Usai Harga Nonsubsidi Naik

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erjik Bintoro
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erjik Bintoro

SURABAYA (Lentera) - DPRD Jawa Timur mengingatkan pentingnya pengendalian distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tetap tepat sasaran, usai kenaikan harga BBM nonsubsidi yang resmi berlaku pada Sabtu (18/4/2026).

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erjik Bintoro, menilai kenaikan harga BBM merupakan dampak yang tidak terhindarkan dari kondisi global, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi dunia.

"Indonesia tidak bisa menghindar dari efek ekonomi global karena adanya saling ketergantungan antarnegara," ungkap Erjik, Senin (20/4/2026).

Meski terjadi kenaikan pada BBM nonsubsidi, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang tetap menahan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan BioSolar.

"Yang perlu dihargai upaya pemerintah menunda kenaikan BBM subsidi yang merupakan kebutuhan pokok rakyat banyak," ujarnya.

Namun demikian, Erjik menegaskan, kebijakan tersebut harus diiringi dengan pengawasan dan pengendalian distribusi yang ketat agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan.

Ia mengingatkan, pembatasan pembelian BBM bersubsidi perlu dilakukan secara terukur guna memastikan distribusi tepat sasaran serta mencegah potensi gejolak ekonomi yang lebih luas.

Di tengah situasi tersebut, Erjik juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak menyikapi berbagai perbedaan pandangan yang muncul di ruang publik.

"Mari kita sikapi dengan bijak, jangan sampai perdebatan di ruang publik merusak kohesi sosial kita," tegasnya.

Ia optimistis Indonesia mampu melewati tantangan ini, mengingat pengalaman menghadapi krisis sebelumnya, termasuk pandemi COVID-19.

"Orang Indonesia itu punya insting adaptasi yang kuat. Kita sudah melalui krisis COVID-19 yang jauh lebih berat, dan saya yakin kita bisa melalui masa sulit ini dengan bergandengan tangan," ujarnya.

Erjik pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan mengutamakan kepentingan nasional di atas perbedaan.

"Mari kita jaga Persatuan Indonesia. Di atas semua perbedaan opini, kepentingan nasional dan keutuhan NKRI adalah yang utama. Semoga perang segera usai dan kehidupan kembali normal," pungkasnya.

Reporter: Pradhita/Editor: Santi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.